KUALA KURUN – Program Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 1 Kabupaten Gunung Mas terus menunjukkan perkembangan. Berawal dari 100 siswa saat pertama beroperasi, sekolah berasrama gratis di Desa Tumbang Tambirah, Kecamatan Kurun, kini menampung 351 siswa dari jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA). Bahkan salah satu siswa di sekolah itu berhasil masuk delapan besar nasional lomba Bahasa Mandarin.
Perkembangan tersebut terungkap dalam Open House Serentak Sekolah Rakyat se-Indonesia, yang dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gunung Mas Richard FL mewakili Bupati Jaya S Monong, Sabtu (17/10/2026).
Kegiatan ini menjadi ajang memperkenalkan program pendidikan, fasilitas sekolah, serta perkembangan siswa kepada pemerintah daerah, orang tua, dan masyarakat. Namun di balik pertumbuhan jumlah siswa dan capaian prestasi, masih ada pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan. Terutama terkait fasilitas, air bersih, dan jaringan internet.
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Gunung Mas Ina Marita menjelaskan, sekolah tersebut mulai beroperasi pada 29 September 2025. Program pendidikan berasrama gratis yang digagas Presiden Prabowo Subianto ini untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. “Pada awal operasional, jumlah siswa 100 orang. Sekarang menjadi 351 siswa,” kata Richard FL.
Saat ini, Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gunung Mas memiliki 13 rombongan belajar. Terdiri atas enam rombongan belajar SD, lima SMP, dan dua SMA. Tidak hanya mendapat pembelajaran akademik, para siswa juga memperoleh layanan pengasuhan berbasis asrama, pemenuhan kebutuhan sehari-hari, pembinaan karakter, pelatihan keterampilan, serta pendampingan dari guru dan wali asuh.
“Hasil pembinaan tersebut mulai terlihat melalui capaian siswa. Salah satunya, seorang siswa berhasil meraih peringkat kedelapan dalam lomba Bahasa Mandarin tingkat nasional. Prestasi ini menjadi salah satu gambaran bahwa kesempatan pendidikan yang lebih luas dapat membuka jalan bagi anak-anak untuk mengembangkan potensi dan bersaing di tingkat nasional,” ungkapnya.
Bupati Jaya S Monong dalam sambutan yang dibacakan Sekda Richard mengatakan, pemerintah daerah menyambut baik open house tersebut. Kegiatan ini dinilai bukan sekadar ajang silaturahmi dan pengenalan lingkungan sekolah, tapi juga momentum memperkuat komitmen pemerintah, sekolah dan keluarga mempersiapkan masa depan anak. (nya/ens)












