PALANGKA RAYA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi perhatian di wilayah Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya. Kepolisian mencatat sedikitnya empat titik karhutla yang saat ini menjadi perhatian karena membutuhkan penanganan dan pemantauan agar api tidak meluas.
Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Andiyatna melalui Kapolsek Pahandut AKP Iyudi Hartanto mengatakan, empat lokasi karhutla tersebut berada di Jalan Rungan, Jalan Victoria, Jalan Diklat, serta kawasan sekitar Jalan Marata Awat XI, wilayah Panarung.
“Sekarang Polsek Pahandut punya empat titik,” kata Iyudi kepada wartawan, Kamis (17/9/2026).
Penanganan karhutla di lapangan masih menghadapi kendala, terutama keterbatasan sumber air. Kondisi kemarau membuat ketersediaan air di sekitar lokasi kebakaran minim, sehingga proses pemadaman tidak selalu dapat mengandalkan sumber air permukaan yang tersedia.
Menurut Iyudi, salah satu upaya yang dilakukan untuk mengatasi persoalan tersebut adalah pembuatan sumur bor. Keberadaan sumber air alternatif dinilai penting untuk mendukung petugas ketika melakukan pemadaman maupun pembasahan di lokasi yang rawan kembali terbakar.
“Khususnya di wilayah Pahandut, kendalanya sumber air. Solusinya sumur bor,” ujarnya.
Di sisi lain, penanganan karhutla juga mulai difokuskan pada sejumlah kawasan yang dinilai rawan. Iyudi menyebut wilayah Jekan Raya, khususnya Bukit Tunggal, serta Karanggan menjadi perhatian karena berada di kawasan yang berpotensi terdampak kebakaran, termasuk karena kedekatannya dengan Bandara Tjilik Riwut.
Selain pemadaman, kepolisian bersama unsur terkait melakukan penyekatan pada lokasi karhutla yang mulai mendekati permukiman. Langkah tersebut dilakukan untuk membatasi pergerakan api sehingga tidak merembet ke kawasan tempat tinggal warga. “Lokasi karhutla sudah ada yang mendekati permukiman dan kami melakukan penyekatan supaya tidak merembet ke pemukiman,” pungkasnya. (ter)












