PALANGKA RAYA – Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kota Palangka Raya menghadapi tantangan dalam mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekitar Rp 750 juta pada 2026.
Kepala Diskominfo Kota Palangka Raya Dody Irawan mengatakan, target tersebut berasal dari dua sektor, yakni pengelolaan videotron dan baliho.
Namun, pencapaian target itu masih perlu dievaluasi karena sarana dan prasarana yang menjadi sumber PAD dinilai belum memadai. Salah satunya kondisi videotron yang dikelola Pemko Palangka Raya.
“Kalau tidak salah kurang lebih sampai Rp 750 juta untuk tahun 2026. Ada dua sektor, pertama dari videotron dan baliho,” kata Dody.
Menurutnya, saat ini pihaknya tengah melakukan pemetaan terhadap aset yang berpotensi menghasilkan PAD. Pemetaan diperlukan untuk mengetahui secara lebih rinci kondisi aset, potensi pendapatan, hingga kebutuhan teknis dalam pengelolaannya.
Dody menyebut, salah satu kendala yang ditemukan berada pada videotron yang saat ini dikelola Pemko. Fasilitas yang berada di kawasan Taman Pasuk Kameloh tersebut dalam kondisi rusak sehingga perlu menjadi perhatian sebelum potensi pendapatannya dapat dioptimalkan.
“Memang angkanya cukup besar, sedangkan videotron yang kita kelola untuk Pemerintah Kota cuma salah satu di Taman Pasuk Kameloh. Dan kondisinya pun juga rusak,” ujarnya.
Selain kondisi sarana, Dody mengatakan lokasi penempatan videotron juga menjadi faktor yang perlu diperhitungkan. Menurutnya, tidak semua kawasan memiliki nilai komersial yang sama bagi pihak ketiga.
Karena itu, Diskominfo perlu memetakan lokasi yang memiliki nilai strategis atau kawasan premium yang berpotensi lebih diminati untuk pemasangan iklan.
“Kita perlu strategi. Karena penempatan videotron itu kan harus ada yang namanya kawasan yang lebih premium. Ada kawasan yang memang tidak diminati oleh pihak-pihak ketiga,” jelasnya.
Dody menambahkan, evaluasi tersebut akan menjadi dasar bagi Diskominfo dalam menentukan langkah untuk memenuhi target PAD ke depan. Terlebih, dirinya baru mulai menjalankan tugas sebagai kepala Diskominfo pada September sehingga masih melakukan pemetaan terhadap berbagai persoalan yang ada.
“Ini sedang tahap evaluasi supaya tahun depan apa yang perlu kita siapkan untuk memenuhi target tadi,” katanya.
Ia menegaskan, kondisi sarana yang masih terbatas perlu menjadi perhatian agar target PAD yang telah ditetapkan dapat disesuaikan dengan potensi riil yang dimiliki daerah.
“Karena itu tadi, kondisi sarprasnya sendiri sangat minim, tapi targetnya lumayan,” pungkasnya. (ifa/)












