Palangka Raya

Pertalite Eceran Tembus Rp 15 Ribu, Pemko Belum Tetapkan HET Bagi Pengecer

385
×

Pertalite Eceran Tembus Rp 15 Ribu, Pemko Belum Tetapkan HET Bagi Pengecer

Sebarkan artikel ini
Pertalite Eceran Tembus Rp 15 Ribu, Pemko Belum Tetapkan HET Bagi Pengecer.

PALANGKA RAYA – Antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Palangka Raya mulai memberikan dampak lain bagi masyarakat. Pertalite yang seharusnya bisa diperoleh dengan harga sekitar Rp 10 ribu per liter di SPBU, kini dijual pengecer hingga Rp14 ribu sampai Rp15 ribu per liter.

Selisih harga mencapai Rp 4 ribu sampai Rp 5 ribu per liter tersebut membuat sebagian warga terpaksa mengeluarkan uang lebih banyak. Pilihan itu diambil demi menghemat waktu karena tidak sanggup menghabiskan waktu berjam-jam dalam antrean SPBU.

Salah satunya diakui Amau. Ia mengaku lebih memilih membeli Pertalite eceran meski mengetahui harganya jauh lebih mahal dibandingkan harga di SPBU.

“Kalau antre di SPBU, waktunya bisa habis di jalan. Kita juga ada pekerjaan yang harus dikerjakan. Jadi daripada waktu terbuang untuk antre, terpaksa beli di pengecer meskipun harganya lebih mahal,” keluh Amau, Senin (7/9/26).

Kondisi ini menunjukkan antrean BBM tidak hanya menjadi persoalan ketersediaan di SPBU. Ketika waktu masyarakat ikut terkuras, pengecer menjadi alternatif bagi warga yang membutuhkan BBM dengan cepat meski harus membayar lebih mahal.

Di tengah kenaikan harga Pertalite eceran tersebut, Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya belum menetapkan harga eceran tertinggi (HET) bagi Pertalite yang dijual pengecer.

Wakil Wali (Wawali) Kota Palangka Raya Achmad Zaini mengatakan, sejauh ini belum ada pembahasan maupun arahan dari Wali Kota Palangka Raya terkait penetapan HET Pertalite di tingkat pengecer.

“Untuk yang dijual-jual di eceran itu sampai saat ini memang kita belum mengatur HET-nya, karena SPBU masih cukup, Pertalite masih ada,” ujar Zaini, Senin (7/9/26).

Menurut Zaini, Pemko saat ini lebih memprioritaskan memastikan ketersediaan Pertalite di SPBU serta mengurai antrean yang terjadi.

Berdasarkan hasil rapat Pemko bersama Pertamina Area Kalimantan dan pihak terkait, stok Pertalite untuk Kota Palangka Raya dipastikan masih mencukupi.

“Berdasarkan penjelasan dari pihak Pertamina, stok BBM Kota Palangka Raya itu dipastikan cukup, termasuk Pertalite. Tidak ada pengurangan kuota di SPBU-SPBU,” jelasnya.

Meski demikian, Zaini mengakui terkadang terjadi kekosongan Pertalite di sejumlah SPBU. Kondisi tersebut disebut bukan karena adanya pengurangan kuota, melainkan keterlambatan distribusi dari fuel terminal di Pulang Pisau menuju Palangka Raya.

Persoalan distribusi tersebut telah menjadi perhatian dalam rapat bersama Pertamina. Pemko meminta agar keterlambatan pengiriman tidak kembali menyebabkan kekosongan BBM di SPBU.

“Pertamina kemarin menyanggupi. Diharapkan secepatnya jadwal yang menuju ke Palangka Raya bisa terpenuhi,” katanya.

Zaini menegaskan, Pemko memilih fokus terlebih dahulu pada kelancaran pasokan agar masyarakat dapat kembali memperoleh Pertalite dengan harga normal di SPBU.

Menurutnya, masyarakat yang ingin mendapatkan harga Pertalite lebih terjangkau dapat membeli langsung di SPBU selama stok tersedia.

“Pertalite di SPBU cukup, kecuali kalau kosong. Jadi kita fokus sekarang itu adalah ketersediaan BBM Pertalite di SPBU,” pungkasnya. (ifa/)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *