PALANGKA RAYA – Membludaknya antrean kendaraan di sejumlah SPBU Kota Palangka Raya memicu perhatian serius Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Kamis (7/5), Satpol PP Kalteng bersama pihak terkait melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SPBU G Obos, Yos Sudarso, dan Bukit Keminting guna mencari penyebab antrean panjang yang dinilai tidak wajar.
Kasat Satpol PP Kalteng, Baru I Sangkai menegaskan, berdasarkan hasil diskusi dengan pihak Pertamina, stok BBM dipastikan dalam kondisi aman dan tidak mengalami kelangkaan. “Beliau mengatakan bahwa sebenarnya stok minyak yang disiapkan oleh pemerintah itu cukup. Jadi tidak ada kekurangan. Kalau kita cermati tadi, jumlahnya seperti biasa dan harganya juga tidak naik, jadi pertanyaan kita kenapa menumpuk,” ujarnya kepada awak media.
Ia menjelaskan, sidak dilakukan setelah Pemerintah Provinsi menerima laporan masyarakat melalui aplikasi Lapor Pak Gubernur terkait antrean panjang di SPBU wilayah Kota Palangka Raya. Menurutnya, penumpukan kendaraan turut berdampak pada aktivitas masyarakat, mulai dari keterlambatan bekerja hingga mengantar anak ke sekolah. Pemerintah kini masih melakukan evaluasi bersama para pemangku kepentingan untuk mengidentifikasi penyebab pasti kondisi tersebut.
Baru juga menyinggung dugaan adanya pelangsir yang menggunakan lebih dari satu barcode untuk melakukan pengisian BBM. Namun, pihaknya masih belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut. “Meskipun ini masih belum tahu kebenarannya, hanya baru katanya saja. Kalau memang jelas, sudah ditangkap Pak Kasat Pol PP. Kita bingung mencarinya,” katanya.
Menurutnya, petugas SPBU juga tidak bisa sepenuhnya disalahkan karena mereka dituntut melayani antrean dengan cepat agar tidak semakin panjang. “Kalau harus ada pengecekan barcode satu per satu tentu memerlukan waktu. Kalau tidak begitu nanti terjadi penumpukan lebih banyak lagi. Jadi kita bukan menyalahkan petugas,” tambahnya.
Sebagai langkah antisipasi, sejumlah SPBU disebut akan menambah jam operasional hingga pukul 22.00 WIB. Pemerintah Provinsi berharap kondisi antrean dapat segera terurai dan masyarakat diminta tetap tertib saat melakukan pengisian BBM serta tidak melakukan pembelian berlebihan yang dapat memicu kepanikan di tengah masyarakat.(sep)












