SAMPIT – Keributan pecah di area SPBU Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), pada Rabu (6/5/2026) siang. Sejumlah pria yang tengah mengantre pengisian BBM subsidi jenis solar terlibat cekcok hingga aksi saling dorong.
Insiden tersebut menjadi perhatian warga setelah rekaman videonya viral di media sosial. Dalam video berdurasi sekitar 1 menit 1 detik itu, terlihat sejumlah pria terlibat adu mulut dan dorong-mendorong di tengah area SPBU.
Situasi sempat memanas hingga terdengar teriakan warga yang berusaha melerai keributan agar tidak semakin membesar.
“Jangan di dalam bekelahi, keluar… keluar… jangan di sini!” teriak seorang pria dalam video yang beredar.
Aksi saling dorong bahkan berlanjut hingga keluar dari areal SPBU dan membuat suasana SPBU sempat gaduh.
Tak hanya berakhir ricuh, insiden tersebut juga berbuntut laporan polisi. Salah satu pihak yang merasa dirugikan melaporkan dugaan penganiayaan ke Polsek Jaya Karya Samuda.
Laporan itu tercatat dengan nomor LP/B/5/V/2026/SPKT/POLSEK JAYAKARYA SAMUDA/POLRES KOTAWARINGIN TIMUR/POLDA KALIMANTAN TENGAH tertanggal 6 Mei 2026.
Berdasarkan laporan kepolisian, peristiwa terjadi sekitar pukul 08.30 WIB di Jalan HM Arsyad Km 39, Desa Jaya Kelapa, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan.
Pelapor berinisial S (47), yang diketahui merupakan seorang kepala desa, mengaku mendapat informasi bahwa anak buahnya berinisial M (41) terlibat perkelahian saat hendak melakukan pengisian BBM menggunakan armada long bed miliknya.
Saat tiba di lokasi, pelapor mendapati korban diduga telah menjadi sasaran pemukulan oleh seorang pria berinisial P (25), yang bekerja sebagai sopir.
Dalam laporan disebutkan, korban dipukul satu kali di bagian belakang kepala sebelah kanan tanpa melakukan perlawanan.
Akibat pukulan tersebut, korban mengaku mengalami pusing dan mual. Kondisi korban disebut cukup rentan lantaran bagian kepala yang terkena pukulan sebelumnya pernah menjalani operasi akibat kecelakaan lalu lintas.
Korban kemudian mendapatkan penanganan medis di RSU Pratama Samuda sebelum akhirnya kasus tersebut dilaporkan ke pihak kepolisian untuk diproses lebih lanjut.
Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penanganan dan pendalaman terkait insiden keributan di SPBU tersebut.
Rebutan Antrean Solar, Sejumlah Pria Ricuh di SPBU Samuda hingga Berujung Laporan Polisi












