PeristiwaUtama

Rebutan Antrean Solar, Sejumlah Pria Ricuh di SPBU Samuda hingga Berujung Laporan Polisi

683
×

Rebutan Antrean Solar, Sejumlah Pria Ricuh di SPBU Samuda hingga Berujung Laporan Polisi

Sebarkan artikel ini
Rebutan Antrean Solar, Sejumlah Pria Ricuh di SPBU Samuda hingga Berujung Laporan Polisi.

‎SAMPIT – Keributan pecah di area SPBU Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), pada Rabu (6/5/2026) siang. Sejumlah pria yang tengah mengantre pengisian BBM subsidi jenis solar terlibat cekcok hingga aksi saling dorong.
‎
‎Insiden tersebut menjadi perhatian warga setelah rekaman videonya viral di media sosial. Dalam video berdurasi sekitar 1 menit 1 detik itu, terlihat sejumlah pria terlibat adu mulut dan dorong-mendorong di tengah area SPBU.
‎
‎Situasi sempat memanas hingga terdengar teriakan warga yang berusaha melerai keributan agar tidak semakin membesar.
‎
‎“Jangan di dalam bekelahi, keluar… keluar… jangan di sini!” teriak seorang pria dalam video yang beredar.
‎
‎Aksi saling dorong bahkan berlanjut hingga keluar dari areal SPBU dan membuat suasana SPBU sempat gaduh.
‎
Tak hanya berakhir ricuh, insiden tersebut juga berbuntut laporan polisi. Salah satu pihak yang merasa dirugikan melaporkan dugaan penganiayaan ke Polsek Jaya Karya Samuda.
‎
‎Laporan itu tercatat dengan nomor LP/B/5/V/2026/SPKT/POLSEK JAYAKARYA SAMUDA/POLRES KOTAWARINGIN TIMUR/POLDA KALIMANTAN TENGAH tertanggal 6 Mei 2026.
‎
‎Berdasarkan laporan kepolisian, peristiwa terjadi sekitar pukul 08.30 WIB di Jalan HM Arsyad Km 39, Desa Jaya Kelapa, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan.
‎
‎Pelapor berinisial S (47), yang diketahui merupakan seorang kepala desa, mengaku mendapat informasi bahwa anak buahnya berinisial M (41) terlibat perkelahian saat hendak melakukan pengisian BBM menggunakan armada long bed miliknya.
‎
‎Saat tiba di lokasi, pelapor mendapati korban diduga telah menjadi sasaran pemukulan oleh seorang pria berinisial P (25), yang bekerja sebagai sopir.
‎
‎Dalam laporan disebutkan, korban dipukul satu kali di bagian belakang kepala sebelah kanan tanpa melakukan perlawanan.
‎
‎Akibat pukulan tersebut, korban mengaku mengalami pusing dan mual. Kondisi korban disebut cukup rentan lantaran bagian kepala yang terkena pukulan sebelumnya pernah menjalani operasi akibat kecelakaan lalu lintas.
‎
‎Korban kemudian mendapatkan penanganan medis di RSU Pratama Samuda sebelum akhirnya kasus tersebut dilaporkan ke pihak kepolisian untuk diproses lebih lanjut.
‎
‎Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penanganan dan pendalaman terkait insiden keributan di SPBU tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *