DPRD Kalimantan Tengah

Hasil Ikan Kalteng Banyak Dijual ke Kalsel

274
×

Hasil Ikan Kalteng Banyak Dijual ke Kalsel

Sebarkan artikel ini
Ketua Komisi II DPRD Kalteng, Siti Nafsiah. BUDHI SEPRATAMA PUTRA//RADAR KALTENG

PALANGKA RAYA – Ikan hasil tangkapan di laut Kalteng ternyata lebih banyak dijual ke provinsi tetangga Kalsel. Tingginya penjualan ikan laut ke Banjarmasin masih belum memberi dampak pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), meskipun hasil ikan dari laut Kalteng termasuk besar.

Menyikapi masalah itu, Ketua Komisi II DPRD Kalteng, Siti Nafsiah menyebut fenomena tersebut sebagai hal yang wajar dalam mekanisme pasar. “Fenomena hasil perikanan laut Kalteng yang dipasarkan ke luar provinsi secara awam dipandang sebagai bagian dari dinamika ekonomi yang dipengaruhi oleh pertimbangan harga, akses pasar, dan efisiensi distribusi.

“Ya wajar karena bagian dari dinamika ekonomi, karena pertimbangan harga, akses pasar dan efisiensi distribusi,” katanya saat dihubungi koran ini, kemaren.Menurutnya pilihan nelayan menjual ke luar daerah bukan tanpa alasan.

Faktor harga yang lebih kompetitif serta akses distribusi yang lebih mudah membuat pasar luar daerah lebih menarik. Kondisi ini sekaligus menjadi indikator bahwa sistem perdagangan dan distribusi di dalam Kalteng masih belum optimal dan perlu pembenahan serius.

“Hal ini menunjukkan bahwa mekanisme pasar berjalan secara rasional, namun sekaligus menjadi indikator bahwa daya saing sistem perdagangan dan distribusi di dalam daerah masih perlu diperkuat,” tegasnya.

Ia juga menambahkan, keterbatasan infrastruktur menjadi kendala utama. Wilayah seperti Pulang Pisau masih menghadapi minimnya sarana pendukung seperti pelabuhan perikanan, tempat pelelangan ikan, hingga sistem rantai dingin. Ini membuat hasil tangkapan lebih banyak mengalir ke wilayah yang aksesnya lebih mudah.

Ia pun mendorong adanya langkah konkret dari pemerintah daerah melalui penguatan infrastruktur dan tata niaga perikanan. Dengan upaya terintegrasi tersebut, diharapkan hasil tangkapan nelayan tidak hanya meningkat dari sisi produksi, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian daerah serta kesejahteraan masyarakat.(sep/*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *