DPRD Kalimantan Tengah

‎SiLPA Rp216 Miliar Penopang APBD Perubahan

19
×

‎SiLPA Rp216 Miliar Penopang APBD Perubahan

Sebarkan artikel ini
Juru Bicara Badan Anggaran DPRD Kalteng, Bryan Iskandar. BUDHI SEPRATAMA PUTRA//RADAR KALTENG

‎‎PALANGKA RAYA – Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya sebesar Rp216,072 miliar lebih menjadi salah satu penopang  utama penerimaan pembiayaan dalam Perubahan APBD Kalteng Tahun Anggaran 2026.

Juru Bicara Badan Anggaran DPRD Kalteng, Bryan Iskandar menjelaskan perubahan APBD tidak hanya dipengaruhi perubahan target pendapatan dan belanja, tetapi juga kondisi SiLPA yang berdampak terhadap kapasitas fiskal daerah.

‎‎“SiLPA tahun sebelumnya yang mempengaruhi kapasitas fiskal daerah dan selanjutnya berdampak terhadap perubahan proyeksi belanja daerah dalam rancangan kerangka pendanaan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026,” katanya, belum lama ini.

‎‎Dalam struktur pembiayaan, penerimaan pembiayaan daerah ditetapkan sebesar Rp226,072 miliar lebih. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp216,072 miliar berasal dari penggunaan SiLPA, sedangkan Rp10 miliar berasal dari penerimaan utang daerah.

‎‎Bryan mengatakan penggunaan SiLPA tersebut menjadi bagian dari penyesuaian kemampuan fiskal daerah dalam perubahan APBD.

‎‎“Adanya penyesuaian target pendapatan daerah dalam rancangan kerangka pendanaan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 dibandingkan dengan target yang ditetapkan dalam APBD Murni,” ujarnya.

‎‎Perubahan APBD 2026 juga mencatat pengeluaran pembiayaan sebesar Rp555,555 juta lebih untuk pembayaran utang. Setelah dikurangi pengeluaran tersebut, pembiayaan netto mencapai Rp225,517 miliar lebih.

‎‎Angka tersebut digunakan untuk menutup defisit belanja daerah yang mencapai sekitar Rp225,517 miliar. Dengan komposisi tersebut, posisi SiLPA tahun berkenaan ditetapkan nihil.

‎‎Struktur pembiayaan tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan APBD Perubahan 2026 karena memastikan kebutuhan belanja yang telah disepakati memiliki sumber pembiayaan yang jelas.(sep/*)

‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *