PALANGKA RAYA – Enam bus yang akan digunakan untuk mengantarkan calon jemaah haji (CJH) Kota Palangka Raya tahun 2026 menuju embarkasi Banjarmasin menjalani uji kelayakan kendaraan (KIR), Selasa (28/4/2026). Pemeriksaan dilakukan Dinas Perhubungan Kota Palangka Raya sebagai bagian dari persiapan keberangkatan para calon jemaah haji.
Uji KIR yang dilaksanakan di Terminal Bus AKAP WA Gara Palangka Raya tersebut untuk memastikan seluruh armada dalam kondisi laik jalan dan memenuhi standar keselamatan sebelum digunakan mengantar calon jemaah haji Rabu (29/4/2026). Selain aspek teknis, kelengkapan administrasi kendaraan juga menjadi perhatian guna menjamin keamanan dan kenyamanan selama perjalanan.
Kepala Seksi Pengujian Sarana Dinas Perhubungan Kota Palangka Raya I Wayan Gambreng mengatakan, ramp check dilakukan sesuai hasil rapat koordinasi sebelumnya. Pemeriksaan difokuskan pada perusahaan otobus yang dipercaya melayani angkutan jemaah haji tahun ini.
“Sesuai hasil rapat sebelumnya, pagi ini (kemarin) kami melaksanakan ramp check untuk perusahaan otobus yang dipercaya untuk pengantaran calon jemaah haji dari Palangka Raya menuju ke Banjarmasin,” ucapnya.
Pemeriksaan meliputi berbagai komponen penting kendaraan, mulai kelayakan lampu hingga sistem mekanik. Petugas menggunakan sejumlah alat uji untuk memastikan seluruh bagian kendaraan berfungsi optimal.
Pengecekan dilakukan secara menyeluruh, mencakup bagian kolong kendaraan, lampu-lampu, penyimpangan roda, uji rem hingga keakuratan speedometer. Hal ini dilakukan agar kendaraan benar-benar siap digunakan dalam perjalanan jarak antarprovinsi.
Penguji Kendaraan Bermotor Terampil Fakhruroji menjelaskan, pemeriksaan dilakukan secara detail dan menyeluruh. Ia memastikan keenam bus yang disiapkan telah melalui tahapan pengecekan menyeluruh.
“Dari enam bus tersebut yang direncanakan untuk pemberangkatan besok (hari ini) menuju Banjarmasin, seluruh item kami periksa secara lengkap seperti saat perpanjangan uji KIR,” jelasnya.
Meski demikian, terdapat beberapa catatan minor pada sejumlah unit yang harus segera diperbaiki. Perbaikan tersebut diharapkan dapat diselesaikan sebelum waktu keberangkatan sehingga armada benar-benar memenuhi standar.
Fakhruroji menegaskan, tujuan utama uji KIR untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi calon jemaah haji selama perjalanan. Dengan kondisi kendaraan yang prima, proses pemberangkatan diharapkan berjalan lancar tanpa kendala berarti.
“Jadi tujuannya sendiri yang paling utama itu untuk memberikan rasa nyaman dam rasa aman kepada calon jemaah yang akan melaksanakan perjalanan,” pungkasnya. (ter/ens)












