Utama

Laporan Palsu Debt Collector Modus Baru Untuk Takut-Takuti Debitur, Aksi Ini Dikecam! Dinilai Permainkan Keselamatan

173
×

Laporan Palsu Debt Collector Modus Baru Untuk Takut-Takuti Debitur, Aksi Ini Dikecam! Dinilai Permainkan Keselamatan

Sebarkan artikel ini
Plt Kepala Disdamkarmat, Urianinu Napulangit.

PALANGKA RAYA – Maraknya ulah oknum penagih utang atau debt collector kian meresahkan masyarakat. Tidak hanya melakukan intimidasi melalui telepon, modus baru kini muncul dengan memanipulasi layanan kedaruratan untuk menakut-nakuti debitur. Praktik tersebut dinilai berbahaya karena dapat mengganggu sistem pelayanan publik yang seharusnya digunakan untuk kondisi darurat yang nyata.

Sejumlah kasus serupa dilaporkan terjadi di berbagai wilayah di Pulau Jawa, di mana petugas pemadam kebakaran hingga ambulans rumah sakit menerima laporan palsu atau “prank”. Petugas yang bergerak cepat menuju lokasi justru tidak menemukan kejadian darurat, sehingga waktu dan sumber daya terbuang percuma.

Peristiwa serupa juga terjadi di Kota Palangka Raya, Sabtu (25/4/2026) lalu. Seorang relawan bernama Fauzi, menerima telepon dari nomor tak dikenal yang mengaku terdapat korban dalam kondisi kritis dan meminta bantuan ambulans segera dikirim ke lokasi yang disebutkan.

Namun, laporan tersebut terbukti palsu. Saat diminta bukti visual, pelaku mengirimkan foto yang belakangan diketahui merupakan hasil unduhan dari internet. Kecurigaan semakin kuat ketika dilakukan panggilan video.

Alih-alih menunjukkan korban, layar justru menampilkan dua pria yang diduga merupakan debt collector. Mereka bahkan mengakui sengaja membuat laporan palsu agar relawan datang ke rumah target penagihan utang, sebagai bentuk tekanan terhadap debitur.

Fenomena ini mendapat perhatian serius dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Palangka Raya. Plt Kepala Disdamkarmat, Urianinu Napulangit, menegaskan bahwa tindakan tersebut berpotensi mengganggu efektivitas pelayanan serta membahayakan keselamatan petugas di lapangan.

Ia menyebutkan bahwa pihaknya terus mengedukasi masyarakat agar tidak menyampaikan laporan palsu atau hoaks. Edukasi dilakukan melalui berbagai kanal, mulai dari media tertulis, platform digital, hingga komunikasi langsung, termasuk melalui aplikasi perpesanan.

“Jangan langsung merespons informasi yang belum tentu benar, perlu di pastikan dulu kebenarannya. Hal itu bisa mengganggu waktu, tenaga, bahkan berisiko terhadap keselamatan mereka sendiri,” ucapnya saat ditemui, Senin (27/4/2026).

Di sisi lain, Disdamkarmat telah mengoptimalkan layanan call center 112 yang dilengkapi sistem verifikasi dan pelacakan digital. Operator yang bertugas telah dilatih untuk memilah laporan valid dan tidak, sehingga penanganan dapat dilakukan secara tepat sasaran.

Selain itu, masyarakat dan relawan diimbau tetap berhati-hati dan tidak mudah merespons informasi yang belum terverifikasi demi menjaga keselamatan dan efektivitas layanan darurat.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak membuat laporan palsu atau hoaks. Pastikan informasi yang disampaikan akurat dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga kami bisa memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan menyelamatkan,” pungkasnya. (ter)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *