PALANGKA RAYA – Kalangan anggota DPRD Kalteng menyoroti belum maksimalnya penerimaan pajak daerah. Ada beberapa sumber pendapatan daerah yang penggalianya masih belum optimal. Salah satunya pajak air permukaan dan pajak alat berat.
Anggota parlemen Kalteng Purdino menilai penyerapan pajak air permukaan dan pajak alat berat masih rendah. Dua sektor pajak itu masih potensial untuk bisa mendongkrak pendapatan asli daerah. Dinas instansi terkait hendak terus berupaya memaksimalkan sumber pendapatan tersebut.
“Hingga saat ini penyerapan pajak yang masih belum optimal itu di sektor Pajak Air Permukaan dan Pajak Alat Berat. Terkait hal tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah saat ini sedang mencari formula yang pas agar potensi tersebut bisa digali dan dioptimalkan dengan baik,” ucapnya, Kamis (16/4/2026).
Purdiono juga menyampaikan, meski di tengah situasi efisiensi, inovasi pelayanan terus dikembangkan agar masyarakat tetap dimudahkan dalam memenuhi kewajibannya.
“Terkait dengan efisiensi saat ini, kita sudah bisa membayar pajak kendaraan bermotor melalui online, salah satunya melalui aplikasi E-Pahari. Ini memudahkan masyarakat tanpa harus datang langsung ke kantor,” ujarnya.
Menanggapi kebijakan Work From Home (WFH) yang saat ini diterapkan, Purdiono menegaskan, bahwa hal tersebut bukanlah kebijakan yang bersifat permanen.
“Terkait dengan WFH saat ini, itu hanya pembatasan sementara saja dan tidak akan terus menerus berlaku. Kita tunggu sampai kondisi keuangan dan situasi stabil, pasti semua akan siap dan kembali seperti semula,” pungkasnya. (rdi)












