Palangka Raya

Dinkes Klarifikasi Data Pasien DBD di Palangka Raya

98
×

Dinkes Klarifikasi Data Pasien DBD di Palangka Raya

Sebarkan artikel ini
WAWANCARA : Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya Riduan saat diwawancarai awak media, Sabtu (31/1/2026).FOTO IFA/RADAR KALTENG

PALANGKA RAYA – Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya Riduan memberi klarifikasi terkait meningkatnya laporan kasus demam berdarah dengue (DBD) di wilayah Kota Palangka Raya. Ia menegaskan bahwa angka yang beredar di masyarakat merupakan jumlah pasien yang dirawat, bukan seluruhnya pasien yang terdiagnosis positif DBD.

Riduan menjelaskan, seperti yang terjadi di wilayah Mendawai, terdapat laporan sebanyak tujuh orang yang menjalani perawatan. Namun setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium, hanya satu orang yang dinyatakan positif DBD. Meski demikian, Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya bersama puskesmas setempat tetap melakukan langkah antisipatif berupa edukasi kepada masyarakat.

“Karena ada laporan pasien dirawat, kami tetap bergerak melakukan edukasi pencegahan melalui penerapan 3M, yaitu menguras, menutup, dan mengubur,” kata Riduan, Sabtu (31/1/2026).

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk waspada terhadap gejala awal seperti demam, pegal-pegal, dan sakit kepala. Jika mengalami keluhan tersebut, warga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Hal serupa juga terjadi di Kelurahan Kalampangan, di mana tercatat delapan orang menjalani perawatan. Namun, Riduan menegaskan bahwa data tersebut masih perlu dipastikan melalui hasil pemeriksaan medis dan laboratorium.

Riduan menambahkan, pada tahun 2025 lalu, angka kasus DBD di Kota Palangka Raya mengalami penurunan yang cukup signifikan. Oleh karena itu, pihaknya berharap pada tahun 2026 ini, dengan langkah cepat dan kolaborasi antara Dinas Kesehatan, puskesmas, serta masyarakat, kasus DBD dapat terus ditekan.

“Update terbaru, ada 16 orang yang dirawat. Namun perlu diketahui, gejalanya bisa saja mirip dengan penyakit lain seperti ISPA. Setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium, ternyata hasilnya berbeda,” ungkapnya.

Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya memastikan akan terus melakukan pemantauan, edukasi, serta langkah pencegahan guna mengendalikan potensi penyebaran DBD di wilayah setempat. (ifa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *