DPRD Palangka Raya

Sekolah Jadi Garda Terdepan Cegah Radikalisme

85
×

Sekolah Jadi Garda Terdepan Cegah Radikalisme

Sebarkan artikel ini
Subandi Ketua DPRD Palangka Raya

PALANGKA RAYA – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya Subandi menegaskan, pentingnya memperkuat peran sekolah sebagai garda terdepan dalam mencegah masuknya paham kekerasan, radikalisme, serta ideologi yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan di kalangan pelajar.

Menurut dia, derasnya arus informasi dan kemudahan akses konten digital saat ini membuat generasi muda semakin rentan terpapar pengaruh negatif. Kondisi tersebut menuntut sekolah tidak hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga aktif membentuk karakter, moral, dan kesadaran kebangsaan siswa sejak dini.

“Derasnya arus informasi dan kemudahan akses konten digital membuat pelajar semakin rentan terpapar berbagai pengaruh negatif. Karena itu, sekolah tidak boleh hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga harus aktif membentuk karakter, moral, dan kesadaran kebangsaan siswa sejak dini,” ujar Subandi, Jumat (30/1/2026).

Ia menekankan, sekolah memiliki posisi yang sangat strategis dalam upaya pencegahan dini sebelum paham-paham destruktif berkembang dan memengaruhi pola pikir pelajar. Dengan pendidikan karakter dan kebangsaan yang kuat, ruang masuk bagi ideologi bermuatan kekerasan dapat ditekan.

“Sekolah tidak hanya mengejar target akademik, tetapi juga harus membangun karakter dan kesadaran kebangsaan yang kuat, agar tidak memberi ruang bagi paham-paham asing yang mengandung unsur kekerasan,” tambahnya.

Subandi juga menilai penguatan pendidikan karakter dan kewarganegaraan perlu diintegrasikan secara nyata dalam proses belajar-mengajar. Selain kurikulum, perhatian terhadap dinamika sosial siswa di lingkungan sekolah juga menjadi faktor penting.

“Perubahan perilaku, munculnya sikap intoleran, hingga ketertarikan pada konten bermuatan kekerasan harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Dalam upaya tersebut, peran guru dan tenaga pendidik dinilai sangat vital sebagai ujung tombak di lingkungan sekolah. Mereka perlu dibekali kemampuan untuk mengenali tanda-tanda awal penyebaran paham kekerasan di kalangan siswa.

“Untuk mendukung hal itu, kami mendorong Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya agar memberikan pelatihan khusus bagi guru serta memperkuat sistem deteksi dini di sekolah-sekolah,” tutur Subandi.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penguatan peran sekolah tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan sinergi lintas sektor antara pemerintah daerah, dunia pendidikan, orang tua, dan masyarakat.

“Sinergi menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif. Sekolah harus benar-benar menjadi benteng yang kokoh, tidak hanya melindungi pelajar dari pengaruh negatif, tetapi juga membentuk generasi Palangka Raya yang berkarakter dan cinta tanah air,” pungkasnya. (ifa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *