PALANGKA RAYA – Ketua Sementara Fraksi PDI-P DPRD Kalimantan Tengah, Yohanes Freddy Ering menyampaikan, bahwa secara substansi pemilihan langsung jauh lebih ideal, dibandingkan jika mandat pemilihan pemimpin atau pejabat terkait ditarik kembali ke lembaga legislatif (DPRD).
Menanggapi kekhawatiran maraknya money politic atau politik uang dalam pemilihan langsung, Freddy berpendapat bahwa persoalannya bukan pada sistem pemilihannya sendiri, melainkan pada integritas proses seleksi dan pengawasan di lapangan.
“Kalau sistemnya benar saja pemilihan langsung itu sangat ideal dan demokratis tinggal bagaimana dalam hal seleksi pemilihan calon-calon yang berkualitas,” ucapnya, Rabu (21/1/2026).
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya komitmen seluruh elemen politik, untuk menjaga kemurnian suara rakyat dari pengaruh materi. Pengawasan ketat sejak dini, mulai dari tingkat internal partai dalam memberikan rekomendasi, dianggap sebagai kunci utama perbaikan kualitas demokrasi.
“Kemudian komitmen dalam rangka pemilihan yang bebas politik uang, mulai dari buat rekomendasi partai ke partai itu yang harus diawasi dicermati secara ketat,” ujarnya.
Freddy menjelaskan, bahwa tidak ada alasan urgensi, untuk mengubah mekanisme pemilihan kembali ke DPRD jika instrumen pendukungnya bisa diperbaiki.
“Kalau sistemnya sudah bagus, tidak harus lewat DPRD,” tegasnya. (rdi/rdo)












