DPRD Palangka Raya

Kredit Tanpa Bunga Diharapkan Jaga UMKM

19
×

Kredit Tanpa Bunga Diharapkan Jaga UMKM

Sebarkan artikel ini
Ketua Komisi I DPRD Palangka Raya Mukarramah.

PALANGKA RAYA – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) membutuhkan dukungan permodalan agar tetap mampu menjalankan usaha di tengah tekanan ekonomi dan menurunnya aktivitas masyarakat akibat kabut asap karena kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya Mukarramah mendukung program Kredit UMKM Keren yang memberikan akses permodalan tanpa bunga bagi pelaku usaha.

Program tersebut dinilai dapat membantu pelaku UMKM mempertahankan keberlangsungan bisnis sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Menurut Mukarramah, kemudahan memperoleh modal menjadi salah satu faktor penting bagi pelaku usaha untuk menjaga kegiatan operasional, terutama ketika kondisi ekonomi belum stabil.

“Saya berharap, Kredit UMKM Keren dapat membantu pelaku usaha mempertahankan keberlangsungan bisnisnya. Dengan adanya kemudahan akses permodalan tanpa bunga, pelaku UMKM bisa lebih leluasa mengembangkan usaha dan menjaga kestabilan ekonomi keluarga,” kata Mukarramah, beberapa waktu lalu.

Dia juga mendorong pelaku usaha memanfaatkan fasilitas kredit tersebut secara optimal, terutama untuk memenuhi kebutuhan usaha dan mengembangkan potensi bisnis yang dijalankan masyarakat.

Selain dukungan permodalan, Mukarramah mengingatkan pelaku UMKM agar menyesuaikan strategi pemasaran dengan kondisi yang dihadapi. Salah satunya melalui pemanfaatan platform digital untuk memperluas jangkauan penjualan.

“Pelaku UMKM juga perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Penjualan secara daring bisa menjadi alternatif untuk menjangkau konsumen lebih luas, terutama ketika aktivitas masyarakat di luar rumah berkurang akibat kabut asap,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menyampaikan bahwa pemerintah kota (pemko) berupaya mengantisipasi dampak kabut asap terhadap masyarakat, baik dari aspek kesehatan maupun perekonomian.

Fairid menegaskan, penanganan kesehatan tetap menjadi perhatian utama. Di sisi lain, pemerintah juga berupaya memperhatikan dampak kabut asap terhadap aktivitas ekonomi dan penghidupan warga.

“Pemko Palangka Raya terus berupaya hadir di tengah masyarakat. Kami ingin mengetahui secara langsung kebutuhan dan keluhan warga agar langkah yang diambil dapat sesuai dengan kondisi di lapangan,” katanya. (ifa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *