DPRD Palangka Raya

Hap Dorong Jalan dan Drainase Permukiman Dibenahi

19
×

Hap Dorong Jalan dan Drainase Permukiman Dibenahi

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua I Komisi II DPRD Palangka Raya Hap Baperdu.

PALANGKA RAYA – Pembenahan infrastruktur permukiman di Kota Palangka Raya perlu dilakukan menyeluruh. Tidak hanya melalui peningkatan kualitas jalan saja, tapi juga diikuti penataan drainase untuk mengurangi potensi genangan air.

Wakil Ketua I Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Palangka Raya Hap Baperdu menilai, pembangunan kedua infrastruktur tersebut harus berjalan beriringan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.

Menurut dia, peningkatan jalan lingkungan perlu disesuaikan kebutuhan warga dan kemampuan anggaran daerah. Selain itu, kualitas pengerjaan harus diperhatikan agar infrastruktur yang dibangun tidak mudah rusak dan dapat digunakan jangka panjang.

“Jangan hanya jalannya yang diperhatikan, tetapi drainasenya juga harus menjadi perhatian. Keduanya perlu ditangani secara terpadu supaya kawasan permukiman lebih tertata dan persoalan genangan bisa diminimalkan,” katanya, Minggu (18/10/2026).

Pada tahun anggaran 2026, Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Disperkimtan mengalokasikan dana Rp 3,7 miliar untuk menangani kurang lebih 10 ruas jalan di Jalan G Obos 12 dan sekitarnya.

Panjang jalan yang ditangani mencapai sekitar tiga kilometer dengan menggunakan material Hot Rolled Sheet (HRS) untuk meningkatkan kualitas permukaan jalan.

Hap berharap program tersebut tidak berhenti pada peningkatan kondisi jalan semata. Perencanaan yang matang dan pengawasan terhadap mutu pekerjaan juga diperlukan agar penggunaan anggaran daerah memberikan hasil yang optimal. “Pekerjaan infrastruktur harus memperhatikan kualitas sehingga hasilnya bisa dimanfaatkan dalam jangka panjang dan benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Di sisi lain, penanganan drainase juga menjadi bagian penting dalam mendukung kualitas lingkungan permukiman. Pada 2026, Dinas PUPR Kota Palangka Raya turut menangani saluran drainase strategis, di antaranya di Jalan Mutiara 2 dan Jalan Mutiara 3. Sementara itu, penanganan di sejumlah titik lainnya direncanakan secara bertahap.

Hap menegaskan, pemerataan pembangunan lingkungan perlu terus didorong dengan mempertimbangkan tingkat kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, peningkatan jalan dan pembenahan drainase dapat memberikan dampak nyata terhadap kenyamanan warga.

“Harapannya, peningkatan jalan dan pembenahan drainase dapat terus dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan masyarakat, sehingga infrastruktur permukiman semakin baik,” pungkasnya. (ifa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *