PALANGKA RAYA – Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Tengah, Sudarsono melaksanakan kegiatan reses perseorangan, di Daerah Pemilihan (Dapil) II yang meliputi Kabupaten Kotawaringin Timur dan Seruyan. Kunjungan kerjanya kali ini fokus di beberapa desa di wilayah Kecamatan Danau Sembuluh, Seruyan.
Ia menjelaskan, dalam reses tersebut banyak aspirasi masyarakat terkait jalan yang menghubungkan dibeberapa desa seperti Cempaka Baru, Telaga Pulang, Palingkau, Tulak Batu, dan jalan arah menuju perusahaan.
“Ada memang akses jalan kebeberapa desa yang seharusnya sampai hari ini ada badan jalannya, dulu itu sudah tergarap akan tetapi sekian tahun tidak pernah diperhatikan akhirnya terbengkalai,” ucapnya, Rabu (15/4/2026).
Aspirasi lainya yang menonjol adalah pendirian masjid. Beberapa desa yang dikunjungi memerlukan tempat ibadah yang salah satunya masjid. Dia mengakui beberapa desa yang ditemui memang sangat membutuhkan adanya masjid. “100 persen desa yang saya kunjungi rata-rata memerlukan tempat ibadah khususnya masjid,” katanya.
Selanjutnya di daerah Rungau Raya di Kecamatan Danau Sembuluh, Desa Asam Baru, ia menjelaskan daerah antara Sampit dan Asam Baru sudah banyak perkampungan mereka kesulitan air bersih, sehingga masyarakat menginginkan bantuan sumur bor.
Ia menegaskan, tahun lalu dirinya sudah masukan aspirasi tersebut ke PU akan tetapi masih belum keluar, padahal itu kebutuhan yang sangat penting. Karena saat musim hujan masih belum terasa, akan tetapi kalau musim kemarau sampai satu bulan lebih, rata-rata sumur mereka kering dan kekurangan air bersih.
Di daerah itu PDAM masih belum ada. Sehingga usulan pengadaan sumur bor bagi warga Asam Baru dan sekitarnya sangat dinantikan. Harapanya pihak pemerintah provinsi dan Pemkab Seruyan untuk memperhatikan aspirasinya masyarakat.
“Yang terpenting itu minta disampaikan ke Pemerintah Kabupaten Seruyan, terkait rencana perluasan PDAM. Khususnya di Desa Asam Baru dan seberangnya di Desa Rungau Raya yang merupakan daerah dataran tinggi,” jelasnya.
Ia menambahkan, di Desa Telaga Pulang, masyarakat meminta ada timbunan di Kampung Teluk Pekat, karena disana sudah dihuni banyak masyarakat nelayan.
“Selain itu terkait jembatan ulin yang sudah berusia kurang lebih 10 tahun di Desa Telaga Pulang, papan kayu jembatan tersebut sudah patah-patah serta masyarakat disana berharap aspirasi ini dikabulkan oleh Pemprov Kalteng,” pungkasnya. (rdi)












