PALANGKA RAYA – Usulan masyarakat belum terealisasi sudah muncul aspirasi yang baru. Ini dialami anggota DPRD Kalteng Hj Siti Nafsiah ketika melakukan kunjungan kerja ke daerah pemilihan Kabupaten Katingan, Kota Palangka Raya, dan Gunung Mas.
Kegiatan reses yang dilakukan setiap tiga bulan sekali sejatinya menjadi wadah penyerapan aspirasi masyarakat. Namun, keterbatasan waktu dan panjangnya proses realisasi program membuat hasilnya belum dapat dirasakan secara cepat oleh masyarakat.
Ketua Komisi II DPRD Kalteng, Siti Nafsiah, mengakui hal tersebut. “Memang banyak sekali keluhan dari masyarakat, bahkan yang berulang. Jadi saya, mungkin juga teman-teman yang lain, mendapat banyak komplain saat reses kemarin karena belum ada realisasi,” ujarnya, Senin (13/4).
Ia menjelaskan, masyarakat kerap tidak memahami bahwa setiap aspirasi harus melalui tahapan perencanaan hingga penganggaran yang memerlukan waktu. Dengan jadwal reses tiga bulanan, menurutnya, sulit mengharapkan perubahan signifikan dalam waktu singkat.
“Apa yang bisa dilakukan dalam waktu tiga bulan? Hampir tidak ada. Kecuali kalau resesnya setahun sekali. Tapi masyarakat kadang tidak melihat proses itu,” tambah Nafsiah.
Selain itu, berbagai persoalan mendasar masih menjadi keluhan, seperti minimnya akses listrik di sejumlah wilayah, kewajiban CSR perusahaan yang belum optimal, hingga fasilitas pendidikan yang belum terealisasi. Ia mencontohkan pembangunan SMA Negeri di Desa Telaga yang hingga kini belum terwujud meski telah diajukan sejak dua tahun lalu.
Nafsiah berharap, laporan hasil reses tidak hanya menjadi dokumen formal, tetapi benar-benar ditindaklanjuti pemerintah. “Harapannya, laporan reses yang kami sampaikan tidak hanya berhenti sebagai laporan, tetapi benar-benar mendapat perhatian untuk ditindaklanjuti,” tutupnya.(sep/*)












