PALANGKA RAYA – Pasar Ramadan di Kota Palangka Raya tahun ini menghadirkan inovasi baru melalui konsep modern dan digitalisasi transaksi. Salah satunya di Pasar Datah Manuah yang untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah.
Pelaksana Pasar Ramadan Datah Manuah Ngurah Putu menjelaskan, konsep pasar kali ini menekankan integrasi teknologi dengan kenyamanan pengunjung.
“Kami menghadirkan sistem pembayaran non-tunai melalui QRIS, meski transaksi tunai tetap tersedia. Ini bertujuan memudahkan pengunjung sekaligus mendukung digitalisasi UMKM lokal,” ujarnya, baru-baru ini.
Pasar Datah Manuah juga dirancang dengan tata letak yang lebih modern dan higienis. Stan pedagang dilengkapi apron dan penutup kepala bagi penjual makanan, sementara area pengunjung disediakan ruang dine-in yang nyaman untuk menunggu waktu berbuka. Hiburan harian pun menjadi daya tarik tambahan untuk menarik minat masyarakat.
Pemilihan lokasi Pasar Datah Manuah bukan tanpa alasan. Menurut Ngurah Putu, kawasan ini sebelumnya merupakan pasar mini dengan tingkat kunjungan yang belum optimal. Dengan konsep baru, pemerintah berharap bisa membuka ruang kreatif baru bagi masyarakat sekaligus menjadi momentum kebangkitan UMKM. “Ini bukan sekadar jual beli, tetapi juga tempat kreativitas dan inovasi para pelaku usaha,” tambahnya.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan Koperasi UKM dan Perindustrian Kota Palangka Raya, Fajar Bakti, menilai digitalisasi dan modernisasi pasar menjadi langkah penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Pasar Ramadan bukan hanya soal transaksi, tapi juga soal memperkenalkan UMKM ke masyarakat dengan cara yang lebih modern dan menarik,” tuturnya.
Ke depan, pemerintah kota menargetkan agar konsep modern seperti di Datah Manuah bisa diterapkan di titik-titik Pasar Ramadan lainnya, sehingga menjadi agenda rutin yang tidak hanya semarak secara religi, tetapi juga berdampak nyata terhadap perkembangan UMKM di Palangka Raya. (ifa/ens)












