SUARA perkakas yang beradu dengan kayu dan material bangunan menjadi bagian dari kesibukan warga di Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya. Di antara anggota Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 1016/Plk, warga ikut turun tangan membantu pekerjaan.
RICKY THEODORUS, Palangka Raya
Pemandangan itu terlihat saat rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) milik warga di Jalan Merdeka, Minggu (18/10/2026). Program yang dijalankan TNI tersebut bukan hanya soal memperbaiki bangunan, tetapi juga mempertemukan anggota Satgas dan masyarakat dalam pekerjaan yang dilakukan bersama-sama.
Bagi warga, keterlibatan dalam pengerjaan rumah menjadi cara sederhana untuk ikut menyukseskan program TMMD. Mereka tidak sekadar menunggu hasil akhir, melainkan ikut membantu prosesnya. Di tengah pekerjaan yang membutuhkan tenaga dan waktu, semangat saling membantu menjadi bagian penting agar rehabilitasi rumah dapat berjalan sesuai rencana.
Salah seorang warga, Slamet, mengaku bersyukur rumahnya mendapat bantuan rehabilitasi melalui program TMMD. Ia menyampaikan terima kasih kepada anggota Satgas yang telah membantu keluarganya mendapatkan hunian yang diharapkan menjadi lebih layak, aman, dan nyaman.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak TNI, khususnya anggota Satgas TMMD, yang telah membantu membangun rumah kami. Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami. Semoga seluruh anggota TNI selalu diberikan kesehatan, keselamatan, dan kelancaran dalam menjalankan tugas,” ungkap Slamet.
Bagi keluarga penerima bantuan, perbaikan rumah tentu memiliki arti lebih dari sekadar perubahan bentuk bangunan. Hunian yang lebih layak diharapkan dapat memberikan kenyamanan dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Namun, proses menuju rumah yang lebih baik itu juga memperlihatkan bagaimana dukungan dari lingkungan sekitar ikut mengambil peran.
Kebersamaan serupa juga terlihat dalam pengerjaan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) yang menjadi salah satu sasaran fisik TMMD ke-130 Kodim 1016/Plk. Pembangunan yang mulai dikerjakan pada Sabtu (17/10/2026) tersebut mendapat sambutan warga. Sejumlah masyarakat turut membantu anggota Satgas sesuai kemampuan mereka.
Pembangunan MCK tidak hanya diarahkan untuk menambah fasilitas bagi masyarakat, tetapi juga mendukung kebutuhan sanitasi yang lebih layak. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan membantu warga menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat. Dengan keterlibatan masyarakat, pembangunan pun menjadi pekerjaan bersama yang manfaatnya diharapkan dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.
Sebelumnya, semangat serupa telah terlihat pada kegiatan pra-TMMD, ketika anggota Kodim 1016/Plk bersama masyarakat merehabilitasi rumah tidak layak huni milik Riduan Ali di Jalan Alam Lestari, Kelurahan Bukit Tunggal, Sabtu (10/10/2026). Pekerjaan itu dilakukan sebagai bagian dari persiapan sasaran pembangunan sebelum TMMD ke-130 resmi dibuka.
Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa TMMD tidak hanya berkaitan dengan pengerjaan sasaran fisik. Di lapangan, keberhasilan pembangunan juga membutuhkan partisipasi warga, koordinasi, dan kerja sama agar setiap pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik. Meski begitu, proses pembangunan tetap perlu diikuti dengan penyelesaian sesuai target dan memastikan fasilitas yang dibangun benar-benar memenuhi kebutuhan penerima manfaat.
Pada akhirnya, nilai gotong royong dalam TMMD terlihat dari keterlibatan banyak pihak untuk tujuan yang sama. Anggota TNI menjalankan tugas pembangunan, sementara warga ikut memberikan tenaga dan dukungan. Dari rehabilitasi rumah hingga pembangunan MCK, kebersamaan itu menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mempererat hubungan TNI dengan rakyat.












