Sukamara

Pakaian Adat Menjadi Identitas Budaya Daerah

15
×

Pakaian Adat Menjadi Identitas Budaya Daerah

Sebarkan artikel ini
SAMBUTAN : Bupati Sukamara Masduki sambutan saat pembukaan Seminar Pakaian Adat Daerah Kabupaten Sukamara di Aula Sanggar Budaya Kabupaten Sukamara, Sabtu (17/10/2026) lalu. IZA/RADAR KALTENG

Penegasan Bupati Masduki saat Pembukaan Seminar Pakaian Adat Sukamara

SUKAMARA – Pemerintah Kabupaten Sukamara berupaya menggali dan memperkuat identitas pakaian adat daerah melalui Seminar Pakaian Adat Daerah Kabupaten Sukamara. Seminar itu dilaksanakan di Aula Sanggar Budaya Kabupaten Sukamara, Sabtu (17/10/2026) lalu.

Seminar itu dibuka oleh Bupati Sukamara H Masduki didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sukamara Hj Riviana Wahyuningrum Masduki.

Bupati Masduki mengatakan, pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan menjaga warisan yang telah ada saja. Tetapi juga perlu diiringi upaya pengembangan agar tetap relevan dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

“Menurut kami, kegiatan ini sangat penting, selain untuk menjaga dan melestarikan, juga untuk mengembangkan kebudayaan kita. Salah satunya pakaian adat,” kata Masduki saat membuka kegiatan tersebut.

Ia menjelaskan, pakaian adat Sukamara memiliki kekhasan tersendiri, baik dari segi bentuk maupun keindahannya. Lebih dari itu, pakaian adat juga mengandung nilai-nilai filosofis yang diwariskan oleh leluhur. Nilai-nilai tersebut perlu terus digali dan dipahami agar generasi penerus dapat menjaga sekaligus melanjutkan warisan budaya daerah.

“Ini menjadi kekuatan daerah kita. Dengan melestarikan dan melanjutkan kebudayaan yang ada di Sukamara, kita menjaga karakter masyarakat. Karena itu, kebudayaan yang ada harus terus kita lestarikan,” ujarnya.

Masduki juga menyambut baik rencana Dewan Kesenian Daerah untuk menggelar kegiatan kebudayaan secara berkala, seperti diskusi santai atau ngopi bareng setiap satu hingga dua minggu sekali. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang bertukar gagasan sekaligus mendorong pengembangan kesenian, pakaian adat, dan berbagai kekayaan budaya Sukamara.

“Pengembangan kebudayaan harus terus dilakukan agar warisan daerah tidak tergerus oleh perkembangan zaman. Oleh karena itu, keterlibatan berbagai pihak diperlukan untuk menjaga keberlangsungan budaya sekaligus memperkuat karakter masyarakat Sukamara,” pungkasnya. (iza)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *