Disdikbud Kobar Ingatkan Sekolah Sesuaikan Pembelajaran
PANGKALAN BUN – Kualitas udara di Kota Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat yang kian memburuk. Bahkan mencapai level membahayakan. Di tengah kondisi udara tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kobar menerima laporan orang tua atau wali murid terkait sejumlah sekolah yang memberlakukan pembelajaran tatap muka (PTM).
Menindaklanjuti laporan itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kobar langsung menggerakkan pengawas dan koordinator wilayah (korwil). Kepala Dikbud Kobar Muhammad Alamsyah mengatakan, seluruh satuan pendidikan telah diingatkan agar memperhatikan kondisi kualitas udara sebelum menentukan metode pembelajaran. Hal ini sebagaimana tertuang dalam Surat Imbauan Kepala Dinas Nomor 824/1880/Sekr/Dikbud, khususnya poin 8.
“Pengawas dan Korwil Arut Selatah sudah menindaklanjuti dengan memberikan pendampingan ke sekolah terkait. Kami juga sebelumnya memperingatkan, apabila nilai ISPU berkategori sangat tidak sehat atau berbahaya, satuan pendidikan diberi kewenangan atau diskresi dalam menyesuaikan kegiatan pembelajaran,” ujarnya saat dihubungi, Kamis (8/10/2026).
Alamsyah menjelaskan, penyesuaian pembelajaran itu berupa penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) maupun moda pembelajaran adaptif lainnya.
Adapun diskresi diberikan guna mempercepat respons satuan pendidikan selama menghadapi kondisi darurat bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). “Dengan diskresi ini, sekolah tidak perlu menunggu proses birokrasi yang panjang dalam menyesuaikan pembelajaran,
ketika kondisi udara sudah tidak memungkinkan pelaksanaan PTM atau membahayakan kesehatan peserta didik,” terangnya.
Di sisi lain, Dikbud Kobar juga membuka ruang bagi orang tua yang merasa keberatan anaknya mengikuti PTM di tengah kondisi udara yang tidak sehat. “Orang tua jika keberatan silakan koordinasikan dengan sekolah. Diperkenankan untuk tidak mengantar anaknya ke sekolah dan meminta moda PJJ,” ungkap Alamsyah.
Ia menegaskan, meski sekolah memperoleh kewenangan menentukan moda pembelajaran sesuai kondisi wilayah masing-masing, aspek kesehatan dan keselamatan peserta didik tetap harus diprioritaskan. Dikbud Kobar pun mendorong komunikasi antara sekolah dan orang tua terus diperkuat selama kondisi kabut asap masih berlangsung.
“Kesehatan anak tidak boleh diabaikan. Namun, kembali kepada komunikasi antara sekolah dan orang tua dalam menentukan langkah terbaik. Baik PTM maupun PJJ, keputusan pembelajaran mesti mempertimbangkan perkembangan kualitas udara serta kondisi dan keselamatan peserta didik,” tukasnya. (fit)












