Kotawaringin Barat

Asap Karhutla Mengintai Kesehatan, Kasus ISPA Tembus 15 Ribu di Kobar

46
×

Asap Karhutla Mengintai Kesehatan, Kasus ISPA Tembus 15 Ribu di Kobar

Sebarkan artikel ini
BANTUAN : Petugas pemadaman karhutla menerima pertolongan darurat oleh tim kesehatan. FOTO : IST

PANGKALAN BUN – Kasus penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) kian bertambah seiring dengan meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Penyakit ini tergolong yang paling dominan dibandingkan Diare Akut, Pneumonia, dan Influenza Like Illness (ILI) berdasarkan pemantauan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) tahun 2026.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kobar, Hardino mengungkapkan, bahwa secara kumulatif tercatat sekitar 15.076 kasus ISPA sejak awal tahun hingga minggu ke-38 tahun 2026. Perkembangan kasus memperlihatkan peningkatan sejak M-29 dan puncaknya pada M-31.

“Kasus yang pada M-28 tercatat 335 kasus meningkat menjadi 457 kasus pada M-29, kemudian 468 kasus pada M-30 dan mencapai 566 kasus pada M-31. Setelah mencapai puncak, kasus ISPA berfluktuasi,” ungkapnya, Rabu (7/10/2026).

Lebih lanjut, Hardino menyebutkan, pada M-35 tercatat 534 kasus, M-36 sebanyak 471 kasus, M-37 sebanyak 503 kasus, dan M-38 sebanyak 487 kasus. Angka tersebut turun sekitar 3,2 persen dibandingkan minggu sebelumnya, tetapi masih 45,4 persen lebih tinggi dibandingkan M-28.

“Peningkatan kasus pada M-29 hingga M-31 secara waktu bertepatan dengan meningkatnya aktivitas karhutla di Kobar. Paparan asap dan partikulat akibat kebakaran merupakan salah satu faktor lingkungan yang berpotensi memengaruhi kesehatan saluran pernapasan,” jelasnya.

Meski begitu, Hardino mengatakan pola peningkatan kasus pada grafik belum dapat digunakan dalam menyimpulkan hubungan sebab-akibat secara langsung. Menurutnya, perkembangan kasus juga dipengaruhi berbagai faktor lain, seperti kualitas udara, cuaca, infeksi saluran pernapasan, mobilitas masyarakat, aktivitas penduduk, serta perilaku dalam mengakses pelayanan kesehatan.

Di tengah kondisi ini, masyarakat diimbau agar membatasi aktivitas di luar rumah yang kurang perlu dan menggunakan masker yang sesuai. Selain itu, Hardino mengajak untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), mencukupi kebutuhan cairan, serta memperhatikan kondisi kualitas udara.

“Apabila mengalami batuk, sesak napas, mengi, demam atau keluhan pernapasan lainnya yang menetap dan semakin berat, mohon segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan,” imbuhnya.

Hardino menambahkan, data M-35 hingga M-38 menunjukkan kasus ISPA masih berada pada tingkat relatif tinggi dan belum memperlihatkan pola penurunan yang konsisten. Dinkes Kobar selanjutnya akan terus memantau perkembangan kasus melalui surveilans penyakit di fasilitas pelayanan kesehatan.

“Kami akan terus memperkuat pemantauan kasus dan meningkatkan kewaspadaan masyarakat, terutama selama musim kemarau dan kondisi karhutla. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil dan masyarakat dengan penyakit tertentu mendapatkan perhatian lebih,” tukasnya.

(fit)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *