Palangka Raya

Harga Sejumlah Komoditas di Pasar Kayahan Naik, Pedagang Sebut Kemarau Dan BBM Jadi Faktor

56
×

Harga Sejumlah Komoditas di Pasar Kayahan Naik, Pedagang Sebut Kemarau Dan BBM Jadi Faktor

Sebarkan artikel ini
Harga Sejumlah Komoditas di Pasar Kayahan Naik, Pedagang Sebut Kemarau Dan BBM Jadi Faktor.

PALANGKA RAYA – Harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Kahayan, Kota Palangka Raya, mengalami kenaikan di tengah musim kemarau yang berlangsung saat ini.

Salah satu penjual di Pasar Kahayan, Rafiah mengatakan kenaikan harga terjadi pada beberapa komoditas, di antaranya lombok dan kacang tanah.

Sementara sejumlah komoditas lainnya relatif stabil, bahkan harga ayam mengalami sedikit penurunan.

“Lombok tuh naik, kemarin 110 timbul 115,” katanya, Rabu (9/9).

Menurutnya, kondisi kemarau turut memengaruhi ketersediaan sejumlah komoditas, terutama jeruk nipis.

Berkurangnya hasil pertanian membuat pasokan jeruk nipis di pasar menjadi lebih terbatas dibandingkan saat musim hujan.

“Barangnya langka. Di pasar tuh biasanya setiap hari jual jeruk nipis, sekarang dua kali seminggu,” ujar Rafiah.

Rafiah menyebut, jeruk nipis yang tersedia saat ini juga cenderung berukuran kecil dengan harga yang lebih mahal. Kondisi tersebut membuat pedagang kesulitan mendapatkan pasokan secara rutin.

Selain faktor kemarau, persoalan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) juga disebut turut memberikan dampak terhadap biaya.

Para petani yang menghadapi kemarau membutuhkan bahan bakar untuk mengoperasikan mesin diesel guna menyiram tanaman.

Menurut Rafiah, ketika BBM sulit didapat dan harus mengantre, biaya yang dikeluarkan menjadi lebih tinggi apabila masyarakat atau pelaku usaha membeli BBM secara eceran.

“Kayaknya kemarin tuh dampak lah, olehnya bensin susah tuh jadi apa tuh ngarannya biaya jadi naik. Sekarang ja kan bensin di pinggiran jalan 15rb biasanya 12rb ja,” ungkapnya.

Kenaikan juga terjadi pada kacang tanah. Rafiah menyebut harga yang sebelumnya berada di kisaran Rp38 ribu kini mencapai Rp45 ribu.

Bahkan, harga modal sudah berada sekitar Rp43 ribu sehingga sebagian pedagang memilih tidak menjual karena khawatir dianggap menaikkan harga terlalu tinggi.

“Kacang tanah naik. Biasanya kan 38rb, sekarang udah 45rb per kilo jauh naiknya. Sampai teman tuh sampai enggak jual,” katanya.

Sementara itu, harga bawang disebut masih relatif stabil. Perbedaan harga di pasar lebih dipengaruhi hubungan pedagang dengan pelanggan, di mana pelanggan tetap bisa mendapatkan harga yang lebih ringan.

Rafiah berharap kondisi pasokan dapat kembali membaik sehingga harga komoditas di pasar tidak terus mengalami kenaikan dan masyarakat tetap mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari.(sep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *