DPRD Kalimantan Tengah

‎Sekolah Rakyat Jangan Hanya Megah, Harus Ubah Masa Depan Anak

57
×

‎Sekolah Rakyat Jangan Hanya Megah, Harus Ubah Masa Depan Anak

Sebarkan artikel ini
DOKUMEN PRIBADI ‎MELIHAT : Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Abdul Hafid saat melihat langsung Sekolah Rakyat yang ada di Kabupaten Kotawaringin Timur.


‎PALANGKA RAYA – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Abdul Hafid menegaskan keberhasilan Sekolah Rakyat tidak cukup dinilai dari megahnya bangunan maupun lengkapnya fasilitas. Namun program pendidikan gratis ini harus mampu merubah masa depan anak agar yang lebih baik.

‎
‎Hal itu disampaikan Hafid saat meninjau Sekolah Rakyat di Kotawaringin Timur, baru-baru ini. Ia menilai program tersebut memiliki peran penting agar keterbatasan ekonomi keluarga tidak menjadi alasan seorang anak kehilangan hak memperoleh pendidikan.
‎
‎“Kita berharap betul Sekolah Rakyat ini bisa menjadi solusi terhadap kebutuhan pendidikan masyarakat tidak mampu. Apalagi sekolah ini gratis sepenuhnya. Jangan sampai keadaan ekonomi keluarga membuat seorang anak kehilangan kesempatan untuk sekolah dan meraih masa depannya,” katanya, Selasa (1/9).
‎
‎Menurutnya, keberadaan Sekolah Rakyat menjadi peluang bagi anak-anak kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan sekaligus lingkungan yang mendukung perkembangan mereka. Sistem pendidikan berasrama juga membuat proses pembinaan tidak hanya berlangsung saat kegiatan belajar mengajar di kelas, tetapi berlanjut dalam kehidupan sehari-hari.
‎
‎Hafid menilai pendekatan tersebut penting karena setiap peserta didik memiliki karakter, kemampuan akademik, kondisi keluarga dan pengalaman sosial yang berbeda. Karena itu, pendampingan harus dilakukan secara menyeluruh agar siswa tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga memiliki kepercayaan diri.
‎
‎“Saya melihat guru dan wali asuh membina mereka dengan hati. Ini pekerjaan yang tidak ringan. Anak-anak datang dengan karakter, kemampuan dan latar belakang yang berbeda. Mereka harus dirangkul, dibimbing dan diyakinkan bahwa mereka mempunyai masa depan,” ujarnya.
‎
‎Sekolah Rakyat Kotim sebelumnya memulai kegiatan di eks Asrama Haji Kompleks Islamic Center Sampit dengan menampung 100 peserta didik tingkat SD dan SMA pada tahap rintisan 2025. Kini kegiatan mulai diarahkan ke kompleks baru di kawasan Wengga Metropolitan yang dibangun di atas lahan sekitar 67.930 meter persegi.
‎
‎Hafid berharap pengembangan tersebut benar-benar menghasilkan perubahan bagi peserta didik. Menurutnya, keberhasilan program harus terlihat dari kemampuan anak-anak untuk tumbuh mandiri, berkarakter dan memiliki keberanian mengejar cita-cita, bukan hanya dari jumlah siswa atau fasilitas yang tersedia.
‎
‎“Jangan melihat mereka dari keadaan hari ini. Kalau dibina dengan baik, diberikan pendidikan dan kesempatan yang sama, kita tidak pernah tahu, kelak dari anak-anak ini bisa lahir guru, pengusaha, tenaga profesional bahkan pemimpin,” katanya.
‎
‎DPRD Kalteng mendorong pemerintah terus mengawal Sekolah Rakyat, baik dari sisi pendidikan maupun pembinaan peserta didik. Penguatan kualitas pendampingan diharapkan berjalan seiring dengan penyelesaian sarana prasarana sehingga program tersebut benar-benar menjadi jalan keluar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.(sep/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *