PALANGKA RAYA – Memburuknya kualitas udara di Kota Palangka Raya membuat Pemerintah Kota (Pemko) mengambil langkah cepat untuk melindungi kesehatan peserta didik.
Pemko melalui Dinas Pendidikan menetapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara serentak selama tiga hari, yakni 28, 29, dan 31 Agustus 2026.
Kebijakan tersebut diambil setelah hasil pemantauan kualitas udara menunjukkan konsentrasi partikulat PM2.5 berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya.
Berdasarkan pemantauan BMKG pada Kamis (27/8/2026) pukul 08.00 hingga 12.00 WIB, konsentrasi PM2.5 tercatat berada di atas 200 mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Kondisi tersebut mendorong Dinas Pendidikan mengambil langkah taktis dan adaptif untuk melindungi kesehatan fisik, mental, serta keselamatan peserta didik, tanpa mengabaikan hak mereka memperoleh layanan pendidikan.
Sebelumnya, Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin telah memberikan ruang kepada masing-masing sekolah untuk menyesuaikan kegiatan pembelajaran dengan kondisi kualitas udara di wilayahnya.
“Kalau memang libur, kalau memang belajar jarak jauh, ataupun mengurangi jam kerja, silakan,” ujar Fairid, Kamis (27/8/26).
Fairid menjelaskan, kondisi kualitas udara di setiap titik Kota Palangka Raya dapat berbeda. Karena itu, kepala sekolah dapat menentukan langkah yang dianggap paling tepat dengan berkoordinasi bersama guru dan orang tua murid.
Namun, setelah kondisi udara kembali memburuk, Pemko melalui Dinas Pendidikan kemudian menetapkan PJJ secara serentak bagi satuan pendidikan pada 28, 29, dan 31 Agustus 2026.
Selama PJJ, sekolah diminta melaksanakan pembelajaran daring secara sederhana, efektif, dan bermakna dengan memanfaatkan aplikasi yang telah tersedia di masing-masing sekolah.
Meski siswa belajar dari rumah, tenaga pendidik atau guru tetap melaksanakan kegiatan pembelajaran dari sekolah masing-masing.
Dinas Pendidikan juga meminta orang tua atau wali murid mendampingi anak selama mengikuti pembelajaran dari rumah.
Peserta didik diimbau tetap berada di dalam rumah dan tidak melakukan aktivitas di luar rumah selama kondisi kualitas udara belum membaik.
Pelaksanaan pembelajaran pada hari-hari berikutnya akan kembali disesuaikan dengan perkembangan kualitas udara. Evaluasi dilakukan berdasarkan hasil pemantauan serta koordinasi dengan instansi terkait. (ifa/)












