PALANGKA RAYA – Komisi III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) memberikan dukungan terhadap upaya kesiapsiagaan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Dukungan tersebut disampaikan usai rombongan komisi meninjau langsung ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim.
Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Sugiyarto mengatakan hasil kunjungan tersebut menjadi bahan penting bagi pihaknya untuk memperjuangkan sejumlah kebutuhan daerah melalui pemerintah provinsi. “Kami harapkan bahwa dengan kunjungan ini kita memperoleh informasi berkaitan ada beberapa hal yang tentunya perlu kita dorong melalui pemerintah provinsi, misalnya terkait bantuan untuk Masyarakat Peduli Api (MPA) dan hal-hal lain yang masih menjadi kewenangan provinsi,” ujarnya, Senin(8/9).
Menurut Sugiyarto, ancaman Karhutla harus diantisipasi sejak dini mengingat fenomena cuaca yang berpotensi memicu kemarau lebih panjang. Kondisi itu dinilai dapat meningkatkan risiko munculnya titik api, terutama di wilayah yang memiliki kawasan gambut cukup luas seperti Kotim.
Dalam pertemuan bersama BPBD Kotim, Komisi III juga menerima berbagai masukan terkait kebutuhan sarana pendukung, kesiapan personel hingga penguatan koordinasi lintas instansi. Informasi tersebut dinilai penting agar langkah penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan terukur ketika memasuki puncak musim kemarau.
“Dari hasil diskusi yang kami lakukan, ada beberapa hal yang memang memerlukan perhatian bersama. Kami ingin memastikan upaya pencegahan menjadi prioritas sehingga penanganan tidak hanya dilakukan saat kebakaran sudah terjadi,” kata Sugiyarto.
Ia menambahkan, peran MPA dan petugas di lapangan sangat strategis dalam mendeteksi serta menangani potensi kebakaran sejak tahap awal. Karena itu, dukungan pemerintah terhadap kelompok-kelompok tersebut perlu terus diperkuat agar kesiapsiagaan daerah semakin optimal.
Komisi III DPRD Kalteng berharap sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, BPBD, serta seluruh pemangku kepentingan dapat terus ditingkatkan. Dengan langkah antisipatif yang lebih kuat, risiko karhutla di Kotim maupun daerah lain di Kalteng diharapkan dapat ditekan sehingga dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan dapat diminimalkan.(sep/*)












