Dari Gelar Senja Pramuka Baamang di SMP Satu Atap
Langit sore di Baamang Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, perlahan berubah jingga ketika suara aba-aba menggema dari halaman SMP Satu Atap 2 Baamang. Tidak ada riuh percakapan. Hanya langkah serempak dan semangat yang terasa menyatu dalam Upacara Gelar Senja Tahun 2026 yang digelar Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Baamang, Sabtu (9/5/2026).
SINDY APRIANSYAH, Sampit
SORE itu, halaman sekolah sederhana di pelosok Baamang seolah berubah menjadi ruang pembelajaran kehidupan. Dengan seragam cokelat yang rapi dan gerakan disiplin, mereka menunjukkan bahwa pendidikan karakter tidak hanya tumbuh dari buku pelajaran, tetapi juga dari latihan, kebersamaan, dan pengabdian.
Prosesi penurunan bendera Merah Putih berlangsung khidmat. Setiap langkah pasukan pengibar terasa penuh makna, seakan membawa pesan tentang cinta tanah air yang ditanamkan sejak usia muda.
Wakil Ketua Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Baamang, Rudi Setiawan, mengatakan gelar senja bukan hanya agenda rutin kepramukaan, tetapi juga ruang bagi generasi muda untuk tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter.
“Ini menjadi wadah untuk kreasi. Dengan pramuka kita bisa mengekspresikan dan membangun karakter diri anak-anak untuk jadi yang terbaik,” ujar Rudi saat menjadi pembina upacara mewakili Ketua Mabiran Baamang.
Menurut dia, pramuka memiliki peran penting dalam membentuk mental disiplin, kepemimpinan, hingga keberanian anak-anak untuk tampil dan bertanggung jawab. Nilai-nilai itu, kata dia, sangat dibutuhkan di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat.
Di balik penampilan rapi para petugas upacara, tersimpan proses latihan yang tidak singkat. Selama sepekan sebelum kegiatan, para peserta mendapat pelatihan khusus dari Kak Pikdianto dan Kak M Doni Febrianur, yang merupakan Purna Paskibraka Kabupaten Kotawaringin Timur.
Ketua Panitia Pelaksana yang juga Kepala SMPN Satu Atap 2 Baamang, Noordiana, menyebutkan tahun ini menjadi kali kedua sekolahnya dipercaya menjadi lokasi pelaksanaan gelar senja.
Ia mengaku bangga melihat antusiasme para siswa yang berlatih dengan penuh semangat demi memberikan penampilan terbaik.
”Latihan ini untuk meningkatkan kemampuan baris-berbaris peserta agar mampu menjalankan tugas upacara dengan baik, baik dalam kegiatan gelar senja maupun upacara rutin di sekolah,” katanya.
Bagi Noordiana, kegiatan seperti ini bukan hanya soal upacara. Ada proses pembentukan karakter yang tumbuh perlahan dari kebiasaan disiplin, kerja sama, dan rasa tanggung jawab yang ditanamkan kepada para peserta.
Menjelang senja benar-benar turun, bendera Merah Putih perlahan diturunkan dengan penuh penghormatan. Suasana hening seketika menyelimuti lapangan. Di wajah para peserta terlihat rasa bangga setelah berhasil menjalankan tugas mereka dengan baik.
Di sudut halaman sekolah, beberapa pembina tampak tersenyum haru. Mereka menyaksikan sendiri bagaimana anak-anak yang awalnya pemalu kini mampu berdiri tegak di hadapan banyak orang.
Gelar senja di Baamang Hulu sore itu bukan hanya tentang upacara penurunan bendera. Ia menjadi cerita tentang semangat generasi muda di pelosok daerah yang terus belajar mencintai bangsa melalui langkah-langkah kecil yang penuh arti.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Polsek Baamang, Andalan Cabang Kwarcab Kotim, Andalan Ranting Kwaran Baamang, Korwil Disdik Kecamatan Baamang, pengawas SD, Ketua Mabigus, pembina pramuka, Dewan Kerja Cabang Kotim, Dewan Kerja Ranting Baamang, pamdega, penegak, dan penggalang. (pri/ens)












