Feature

Meneliti Rotan dan Nilai Budaya Dayak

45
×

Meneliti Rotan dan Nilai Budaya Dayak

Sebarkan artikel ini
BERSAMA PESERTA LAIN : Yumanita Athifah (empat dari kiri) membawa bendera merah putih foto bersama peserta ICYSS 2026 di Bali pada 3-7 September 2026. FOTO HUMAS SMAS BINA CITA UTAMA UNTUK RADAR KALTENG

Dari ICYSS yang Diikuti Yumanita Athifah, Siswi SMAS Bina Cita Utama (2)

Yumanita Athifah telah melakukan penelitian tentang ekonomi dan budaya Dayak. Penelitian itu membawa namanya melangkah ke panggung internasional. Siswi kelas XII SMAS Bina Cita Utama itu bisa membawa pulang dua penghargaan dari ajang International Conference of Young Social Scientists (ICYSS) 2026 yang berlangsung di Bali pada 3-7 September 2026.

SITI NUR MARIFA, Palangka Raya

PADA event itu, Yumanita meraih juara 1 atau 1st Place Oral Presentation bidang ekonomi sekaligus juara 2 atau 2nd Place Poster Presentation pada bidang yang sama.

Prestasi itu dia diraih di tengah persaingan 75 pelajar dari 12 negara. Mereka berasal dari Indonesia, Malaysia, Thailand, India, Macau, Mongolia, Belanda, Guam, Serbia, Slovenia, Rusia, dan Romania.

Para peserta membawa puluhan penelitian dari berbagai bidang ilmu sosial dan lingkungan. Ekonomi, geografi, psikologi, sosiologi, sejarah hingga lingkungan menjadi bagian dari karya penelitian yang dipresentasikan dalam forum tersebut.

Di tengah forum yang mempertemukan peneliti muda lintas negara itu, Yumanita Athifah membawa penelitian berjudul Weaving Culture into Value: How HANDEP’s Social Enterprise Shapes Consumer Willingness to Pay for Dayak Rattan Fashion Crafts.

Pengalaman tersebut ingin dibagikan Yumanita kepada pelajar lain. Menurutnya, mengikuti kompetisi bukan hanya mengenai menang atau kalah, tapi juga kesempatan memperluas wawasan, pengalaman dan pertemanan.

Dia berharap pencapaiannya dapat menjadi dorongan bagi pelajar lain untuk berani mengikuti berbagai kompetisi dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki.

Dari sisi sekolah, prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri. Kepala SMAS Bina Cita Utama Palangka Raya Indes Permatahati Parhusip mengapresiasi pencapaian Yumanita sekaligus proses panjang yang telah dijalaninya bersama guru pembimbing.

“Seluruh komunitas SMAS Bina Cita Utama bangga atas pencapaian salah satu murid kami, Yumanita Athifah, dalam ajang International Conference of Young Social Scientists (ICYSS) 2026,” ujar Indes.

Menurut dia, proses pembinaan Yumanita bersama guru pembimbing telah memberikan pengalaman berharga dalam penelitian maupun kompetisi. Dia berharap pencapaian tersebut menunjukkan bahwa ketika murid mendapatkan dukungan, kesempatan dan kepercayaan, potensi mereka dapat berkembang lebih jauh.

ICYSS 2026 sendiri digelar bersamaan dengan World Olympiad of Sustainable Development and Environmental Protection (WOSDEP) 2026 di Universitas Udayana, Bali.

Forum tersebut menjadi ruang bagi para peneliti belia untuk mempresentasikan hasil penelitian sekaligus bertukar pengetahuan dan pengalaman. Sebanyak 75 pelajar dari 12 negara mempresentasikan 53 penelitian dalam berbagai bidang.

Bagi Yumanita, forum tersebut akhirnya menjadi lebih dari sekadar kompetisi. Dua penghargaan yang dibawa pulang menjadi hasil dari perjalanan panjang yang dimulai dari sekolah, melewati seleksi nasional, pembinaan riset, hingga akhirnya berhadapan dengan peneliti muda dari berbagai negara.

Penelitian tentang rotan dan nilai budaya Dayak pun mendapat ruang di panggung tersebut. Dari sebuah gagasan yang berangkat dari potensi lokal, Yumanita menunjukkan bahwa karya pelajar daerah dapat dibawa ke forum internasional dan diperkenalkan dalam ruang akademik yang lebih luas. (selesai)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *