Feature

Raih Dua Penghargaan di Tengah Persaingan 12 Negara

76
×

Raih Dua Penghargaan di Tengah Persaingan 12 Negara

Sebarkan artikel ini
JUARA : Yumanita Athifah meraih dua penghargaan dalam ajang ICYSS 2026 di Bali pada 3-7 September 2026. FOTO HUMAS SMAS BINA CITA UTAMA UNTUK RADAR KALTENG

Dari ICYSS yang Diikuti Yumanita Athifah, Siswi SMAS Bina Cita Utama

Penelitian tentang ekonomi dan budaya Dayak membawa nama Yumanita Athifah melangkah ke panggung internasional. Siswi kelas XII SMAS Bina Cita Utama itu berhasil membawa pulang dua penghargaan dari ajang International Conference of Young Social Scientists (ICYSS) 2026 yang berlangsung di Bali pada 3-7 September 2026.

SITI NUR MARIFA, Palangka Raya

YUMANITA meraih juara 1 atau 1st Place Oral Presentation bidang ekonomi sekaligus juara 2 atau 2nd Place Poster Presentation pada bidang yang sama.

Capaian tersebut diraih di tengah persaingan yang mempertemukan 75 pelajar dari 12 negara. Mereka berasal dari Indonesia, Malaysia, Thailand, India, Macau, Mongolia, Belanda, Guam, Serbia, Slovenia, Rusia, dan Romania.

Para peserta membawa puluhan penelitian dari berbagai bidang ilmu sosial dan lingkungan. Ekonomi, geografi, psikologi, sosiologi, sejarah hingga lingkungan menjadi bagian dari karya penelitian yang dipresentasikan dalam forum tersebut.

Di tengah forum yang mempertemukan peneliti muda lintas negara itu, Yumanita Athifah membawa penelitian berjudul Weaving Culture into Value: How HANDEP’s Social Enterprise Shapes Consumer Willingness to Pay for Dayak Rattan Fashion Crafts.

Penelitian tersebut mengangkat HANDEP atau HANDmade Ethical Products, sebuah social enterprise yang mendesain dan memproduksi produk fashion berbahan rotan.

Yumanita meneliti bagaimana nilai budaya yang melekat pada produk dapat membentuk loyalitas sekaligus memengaruhi kesediaan konsumen membayar dengan harga lebih tinggi.

Gagasan tersebut kemudian dibawa Yumanita ke hadapan dewan juri melalui presentasi lisan dan poster ilmiah. Hasilnya, kedua format tersebut sama-sama menghasilkan penghargaan.

Pada kategori Oral Presentation, Yumanita berhasil menduduki posisi pertama. Sementara pada Poster Presentation, dia meraih posisi kedua. Dua penghargaan tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang yang dilalui Yumanita sebelum sampai ke panggung ICYSS 2026.

Sebelumnya, dia terlebih dahulu mengikuti seleksi Tim Indonesia yang diselenggarakan CYS Indonesia. Di bidang ekonomi, Yumanita berhasil meraih juara 1, dinyatakan lolos menjadi bagian dari Tim Indonesia.

Setelah lolos, persiapannya tidak berhenti. Yumanita menjalani tiga kali pembinaan riset untuk mematangkan penelitian sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kompetisi internasional.

Proses pembinaan tersebut bahkan telah berlangsung sejak Agustus 2025 bersama guru pembimbingnya, Hesti Wulandari Aritonang.

Bagi Yumanita, pengalaman mengikuti ICYSS 2026 bukan hanya tentang penghargaan yang berhasil diraih. Pertemuan dengan pelajar dari berbagai negara justru memberikan pengalaman lain yang tidak kalah berharga.

“Kompetisi yang saya ikuti merupakan sebuah pengalaman yang tidak akan terlupakan. Bukan hanya karena hasil yang didapatkan namun juga pengalaman dan pertemanan baru yang terbentuk. Banyak sekali hal baru yang saya pelajari selama mengikuti program,” ungkap Yumanita, Jumat (25/9/2026) lalu.

Dia juga menyadari bahwa dua penghargaan yang diraih tidak terlepas dari dukungan banyak pihak. Keluarga, guru pembimbing, kepala sekolah, guru-guru, hingga teman-temannya disebut memiliki peran dalam proses yang dijalaninya.

“Peraihan juara 1 bukan karena saya hebat, tapi berkat dukungan dari keluarga, guru pembimbing, Ibu Wulan, kepala sekolah, guru-guru, dan teman-teman yang mendorong saya,” ungkapnya.

Pengalaman tersebut kemudian ingin dibagikan Yumanita kepada pelajar lain. Menurutnya, mengikuti kompetisi bukan hanya mengenai menang atau kalah, tetapi juga kesempatan untuk memperluas wawasan, pengalaman dan pertemanan.

Dia berharap pencapaiannya dapat menjadi dorongan bagi pelajar lain untuk berani mengikuti berbagai kompetisi dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki.

Dari sisi sekolah, prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri. Kepala SMAS Bina Cita Utama Palangka Raya Indes Permatahati Parhusip mengapresiasi pencapaian Yumanita sekaligus proses panjang yang telah dijalaninya bersama guru pembimbing.

“Seluruh komunitas SMAS Bina Cita Utama bangga atas pencapaian salah satu murid kami, Yumanita Athifah, dalam ajang International Conference of Young Social Scientists (ICYSS) 2026,” ujar Indes.

Menurut dia, proses pembinaan Yumanita bersama guru pembimbing telah memberikan pengalaman berharga dalam penelitian maupun kompetisi. Dia berharap pencapaian tersebut menunjukkan bahwa ketika murid mendapatkan dukungan, kesempatan dan kepercayaan, potensi mereka dapat berkembang lebih jauh.

ICYSS 2026 sendiri digelar bersamaan dengan World Olympiad of Sustainable Development and Environmental Protection (WOSDEP) 2026 di Universitas Udayana, Bali.

Forum tersebut menjadi ruang bagi para peneliti belia untuk mempresentasikan hasil penelitian sekaligus bertukar pengetahuan dan pengalaman. Sebanyak 75 pelajar dari 12 negara mempresentasikan 53 penelitian dalam berbagai bidang.

Bagi Yumanita, forum tersebut akhirnya menjadi lebih dari sekadar kompetisi. Dua penghargaan yang dibawa pulang menjadi hasil dari perjalanan panjang yang dimulai dari sekolah, melewati seleksi nasional, pembinaan riset, hingga akhirnya berhadapan dengan peneliti muda dari berbagai negara.

Penelitian tentang rotan dan nilai budaya Dayak pun mendapat ruang di panggung tersebut. Dari sebuah gagasan yang berangkat dari potensi lokal, Yumanita menunjukkan bahwa karya pelajar daerah dapat dibawa ke forum internasional dan diperkenalkan dalam ruang akademik yang lebih luas. (ifa/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *