Kalimantan TengahUtama

Stok BBM Kalteng Aman hingga 11 Hari ke Depan

96
×

Stok BBM Kalteng Aman hingga 11 Hari ke Depan

Sebarkan artikel ini
SIARAN PERS : Pihak Pertaminan saat menyampaikan rilis kepada pers di Palangka Raya, beberapa waktu lalu. IFA/RADAR KALTENG

PALANGKA RAYA – Stok bahan bakar minyak (BBM) di Kalimantan Tengah (Kalteng) dipastikan aman dengan ketahanan pasokan mencapai 8 hingga 11 hari ke depan. Pertamina mencatat persediaan pertamax saat ini sekitar 1,17 juta liter, pertalite lebih dari 3,3 juta liter, dan biosolar mencapai sekitar 2,17 juta liter di tengah antrean panjang yang sempat terjadi di sejumlah SPBU Kota Palangka Raya beberapa waktu lalu.

Antrean kendaraan di sejumlah SPBU Kota Palangka Raya sudah tak terlalu banyak sejak Minggu (10/5/2026) hingga Selasa (12/5/2026). Hal itu mulai terurai setelah pemerintah bersama Pertamina melakukan berbagai langkah penanganan untuk mempercepat distribusi dan pelayanan bahan bakar minyak (BBM).

Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Isfahani mengatakan, pihaknya turun langsung memantau situasi di lapangan sekaligus mengumpulkan seluruh pengelola SPBU guna mengantisipasi kondisi yang berkembang. “Kami telah menyaksikan kondisi di wilayah Kota Palangka Raya, dan baru saja mengumpulkan seluruh SPBU untuk mengantisipasi serta menyikapi situasi yang terjadi saat ini,” ujarnya.

Sebagai langkah percepatan pelayanan, Pertamina mengoperasikan seluruh SPBU selama 24 jam untuk membantu mengurai antrean dan memenuhi tingginya permintaan masyarakat dalam beberapa hari terakhir.

Selain itu, distribusi pasokan juga diperkuat melalui Terminal BBM Pulang Pisau serta dukungan tambahan menggunakan skema Regular Alternative Emergency (RAE) dari Terminal BBM Banjarmasin. Pertamina juga menyiagakan 54 persen armada mobil tangki guna melayani lebih dari 20 SPBU di Kota Palangka Raya. “Kami berkomitmen bersama mitra untuk terus melayani masyarakat agar mendapatkan BBM dengan baik,” tambah Isfahani.

Meski stok dipastikan aman, Pertamina tetap melakukan pemantauan konsumsi di lapangan dan menyesuaikan distribusi secara fleksibel sesuai kebutuhan masyarakat.

Terkait penyebab antrean panjang yang terjadi sebelumnya, Pertamina masih melakukan evaluasi. Namun salah satu faktor yang dinilai memicu kondisi tersebut adalah meningkatnya kepanikan masyarakat sehingga mendorong pembelian BBM secara berlebihan. “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak panik. Dalam kondisi panik, seolah-olah muncul kekhawatiran bahwa stok tidak tersedia. Padahal sebenarnya aman,” jelasnya.

Sementara itu, kebijakan operasional SPBU selama 24 jam akan diberlakukan secara tentatif hingga kondisi distribusi dan antrean kembali normal di Kota Palangka Raya dan wilayah lain di Kalteng. (ifa/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *