PALANGKA RAYA – Reses perseorangan Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) Faridawaty Dartland Atjeh, di Kecamatan Pahandut berubah menjadi ruang curhat terbuka bagi kelompok perempuan rentan. Pertemuan itu tak sekadar menyerap aspirasi pembangunan, tetapi juga menghadirkan kisah nyata perjuangan hidup masyarakat kecil, Senin (6/4).
Pertemuan ini menjadi wadah bagi kelompok Bunda Sehati untuk menyampaikan kondisi mereka secara langsung. Komunitas ini beranggotakan perempuan pencari nafkah keluarga, mulai dari janda hingga korban poligami, yang selama ini minim akses pemberdayaan. Harapannya, reses dapat menjadi jembatan menuju perhatian dan dukungan pemerintah.
Bertahan dari pekerjaan serabutan seperti asisten rumah tangga hingga buruh harian. Di tengah keterbatasan, mereka tetap berupaya mandiri meski kerap dihimpit persoalan ekonomi dan sosial, termasuk utang serta konflik rumah tangga yang belum terselesaikan.
Menanggapi hal tersebut, Faridawaty menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan, termasuk mendorong program pemberdayaan perempuan melalui pelatihan keterampilan dan bantuan usaha kecil. Ia juga menyebut akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menangani persoalan infrastruktur, seperti perbaikan jalan dan drainase, serta masalah lingkungan yang dikeluhkan warga.
“Semua masukan ini menjadi catatan penting kami di DPRD kalteng. Tentu ini akan kami perjuangkan secara bertahap sesuai kewenangan dan skala prioritas, termasuk pelatihan dan bantuan yang sebelumnya dijanjikan agar bisa segera direalisasikan,” tegasnya.
Ia berharap masyarakat tetap solid dan aktif menyampaikan aspirasi secara terbuka. Dengan sinergi antara masyarakat dan pemerintah, diharapkan berbagai persoalan yang dihadapi, khususnya oleh kelompok perempuan rentan, dapat menemukan solusi nyata dan berkelanjutan.(sep/*)












