PALANGKA RAYA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Palangka Raya dipastikan akan kembali berjalan setelah sempat dihentikan sementara selama masa libur Lebaran 2026.
Program yang menyasar peserta didik ini dijadwalkan mulai kembali disalurkan pada 31 Maret 2026, seiring dengan dimulainya kembali kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Penghentian sementara program tersebut dilakukan mengikuti kalender akademik, di mana aktivitas sekolah turut diliburkan dalam rangka perayaan Hari Raya Idulfitri. Selama periode tersebut, distribusi makanan bergizi kepada siswa tidak dilakukan karena tidak adanya kegiatan tatap muka di lingkungan sekolah.
Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kota Palangka Raya, Analistra Susedia Putri, menegaskan bahwa operasional program akan kembali dilaksanakan secara serentak di seluruh sekolah penerima manfaat.
“Operasional kembali serentak mulai 31 Maret 2026,” ujar Analistra, Rabu (25/3/26).
Dia menjelaskan bahwa penghentian program telah berlangsung sejak pertengahan Maret 2026, bertepatan dengan dimulainya masa libur Lebaran di berbagai satuan pendidikan.
“Sejak sekolah mulai libur Lebaran, sekitar tanggal 17 atau 18 Maret, program juga ikut dihentikan sementara,” katanya.
Menurut Analistra, kebijakan ini diambil karena distribusi makanan memang disesuaikan dengan kehadiran siswa di sekolah. Oleh karena itu, ketika kegiatan belajar mengajar tidak berlangsung, maka penyaluran makanan bergizi pun turut dihentikan.
Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa selama masa penghentian sementara tidak ada skema penggantian distribusi makanan maupun penyaluran rapelan kepada peserta didik.
“Tidak ada rapelan atau penggantian untuk hari-hari yang terlewat selama libur. Program akan kembali berjalan normal sesuai mekanisme yang sudah ada,” tegasnya.
Dia juga memastikan bahwa ketika program kembali dilaksanakan, mekanisme penyaluran akan tetap mengikuti pola sebelumnya, yakni makanan bergizi disalurkan langsung kepada siswa di sekolah sesuai dengan daftar penerima.
“Mekanismenya tetap sama seperti sebelumnya, disalurkan langsung di sekolah kepada peserta didik yang menjadi sasaran program,” jelasnya lagi.
Program MBG sendiri merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan asupan gizi anak usia sekolah, sekaligus mendukung tumbuh kembang serta konsentrasi belajar siswa. Di Kota Palangka Raya, program ini telah menjangkau berbagai jenjang pendidikan dengan sasaran utama siswa yang membutuhkan asupan gizi tambahan.
“Harapannya tentu program ini bisa terus berjalan dengan baik dan memberi manfaat maksimal bagi anak-anak kita,” tutup Analistra. (ifa/)












