Feature

Literiasi Hadir Memberi Harapan Baru bagi Napi

836
×

Literiasi Hadir Memberi Harapan Baru bagi Napi

Sebarkan artikel ini
‎ANTRE : Warga binaan Lapas Kelas IIB Sampit antre untuk meminjam buku dari perpustakaan keliling milik Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kotawaringin Timur, beberapa waktu lalu. FOTO HUMAS LAPAS UNTUK RADAR KALTENG

Ketika Perpustakaan Keliling Masuk Lapas Kelas IIB Sampit

‎‎Pagi itu suasana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit tampak berbeda. Bukan suara langkah petugas atau derit pintu besi yang mendominasi. Tapi percakapan hangat dan tatapan penuh rasa ingin tahu dari para narapidana (napi) atau warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang mengerubungi rak-rak buku. Perpustakaan keliling datang menyapa, membawa lebih dari sekadar bacaan tapi membawa harapan.

‎‎SINDY APRIANSYAH, Sampit

PROGRAM yang digagas Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ini disambut antusias. Satu per satu warga binaan memilih buku, membolak-balik halaman dengan wajah serius, sebagian lainnya duduk tenang tenggelam dalam bacaan. Di balik tembok tinggi dan jeruji besi, literasi menjadi jendela kecil menuju dunia luar.

‎‎Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kotim Agus Tri Purna Tangkasiang mengatakan, kehadiran perpustakaan keliling bukan sekadar kegiatan seremonial saja. Tapi bagian dari komitmen memperluas akses literasi bagi seluruh lapisan masyarakat. Termasuk mereka yang tengah menjalani masa pembinaan dalam penjara.

“Buku adalah sarana belajar sekaligus refleksi diri. Kami berharap melalui program ini minat baca warga binaan meningkat dan wawasan mereka semakin terbuka,” kata Agus, Kamis (19/2/2026) lalu.

‎Beragam jenis buku disediakan. Mulai buku pengetahuan umum, keagamaan, motivasi, hingga keterampilan praktis. Koleksi tersebut dipilih untuk menjawab kebutuhan literasi sekaligus mendukung proses pembinaan kepribadian para napi.

‎Bagi warga binaan, kehadiran buku menjadi aktivitas positif yang mengisi waktu dengan hal produktif. Di tengah rutinitas pembinaan, membaca menghadirkan ketenangan sekaligus inspirasi untuk memperbaiki diri.

‎Kepala Lapas Kelas IIB Sampit Muhammad Yani mengapresiasi dukungan tersebut. Ia menilai literasi memiliki peran penting dalam proses pembinaan mental dan intelektual warga binaan. “Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan kerja sama ini. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan budaya membaca di lingkungan lapas semakin tumbuh,” ungkapnya.

‎Program perpustakaan keliling ini menjadi pengingat bahwa pembinaan bukan hanya soal disiplin dan aturan, tapi juga tentang membuka ruang belajar dan menumbuhkan harapan. Di balik jeruji, buku-buku itu menjadi teman setia yang perlahan menata masa depan. (pri/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *