Palangka Raya

3.000 Anak PAUD Ikuti Manasik Haji di Palangka Raya

252
×

3.000 Anak PAUD Ikuti Manasik Haji di Palangka Raya

Sebarkan artikel ini
MANASIK HAJI : Asisten III Setda Kota Palangka Raya Jayani saat membuka peragaan manasik haji di Stadion Sanaman Mantikei, Sabtu (14/2/2026).FOTO IFA/RADAR KALTENG

PALANGKA RAYA – Sebanyak 3.000 anak Pendidikan Usia Dini (PAUD) bersama para orang tua mengikuti manasik haji. Kegiatan itu digelar Badan Koordinasi Taman Kanak-kanak Al-Qur’an (BKTKI) Kota Palangka Raya bekerja sama dengan PAUD di bawah naungan Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya di Stadion Sanaman Mantikei, Sabtu (14/2/2026). Kegiatan rutin tahunan ini dibuka Asisten III Setda Kota Palangka Raya, Jayani.

Kepada awak media, Jayani menyampaikan bahwa manasik haji menjadi bagian penting dalam pembelajaran karakter dan pengenalan ibadah sejak usia dini. “Kegiatan hari ini merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan oleh BKTKI Kota Palangka Raya bekerja sama dengan seluruh PAUD di bawah naungan Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya. Ini memang sudah menjadi program rutin dan juga merupakan keinginan para orang tua agar kegiatan seperti ini masuk dalam agenda pembelajaran PAUD,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, anak-anak mengikuti rangkaian manasik haji secara berurutan, mulai dari memakai kain ihram dan niat, membaca talbiyah, wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah atau Mina, lempar jumrah, tawaf, sa’i, tahalul, hingga menutup rangkaian dengan minum air zam-zam.

Jayani menekankan pentingnya kegiatan tersebut dilaksanakan sejak usia PAUD. Menurutnya, masa usia dini merupakan periode emas pertumbuhan dan perkembangan anak.

“Karena usia PAUD adalah masa pertumbuhan dan perkembangan yang sangat menentukan. Di usia ini, perkembangan kognitif anak sangat pesat. Apa yang mereka lihat dan lakukan akan menjadi kesan kuat sampai dewasa,” katanya.

Ia berharap melalui pengenalan manasik haji sejak dini dapat menumbuhkan cita-cita dan kesadaran anak untuk melaksanakan ibadah haji ketika telah mampu.

Sebanyak 67 sekolah, baik PAUD berbasis Islam maupun umum di wilayah Palangka Raya, terlibat dalam kegiatan tersebut. Untuk menjaga ketertiban dan efektivitas pelaksanaan, panitia membatasi jumlah peserta dan tidak mengikutsertakan beberapa wilayah yang cukup jauh seperti Tangkiling dan Kelurahan Marang.

Dalam penyampaian materi, panitia menggunakan metode demonstrasi langsung. Anak-anak diperkenalkan setiap tahapan melalui praktik di lapangan, serta didukung dengan tayangan visual yang disesuaikan usia PAUD agar lebih mudah dipahami.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana edukasi keagamaan, tapi juga pengalaman berkesan bagi anak-anak dalam memahami rukun Islam sejak dini. (ifa/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *