Dugaan Keracunan MBG Masih Menunggu Hasil Pemeriksaan Lanjutan
PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya meminta masyarakat tetap tenang dan tidak berspekulasi terkait dugaan keracunan makanan dari program makan bergizi gratis (MBG) yang dialami warga di Posyandu Harum Manis, Kelurahan Panarung, Kecamatan Jekan Raya, beberapa waktu lalu.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palangka Raya Arbert Tombak menegaskan, hingga saat ini pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan dari instansi berwenang untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.
“Untuk penyebab pastinya, saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut. Kami minta masyarakat tetap tenang dan tidak berprasangka,” ujar Arbert, baru-baru ini.
Ia menyampaikan, Pemko Palangka Raya melalui Dinas Kesehatan telah merespons cepat laporan dugaan keracunan setelah konsumsi MBG tersebut. Kepala Dinas Kesehatan Palangka Raya Riduan beserta jajaran telah turun langsung ke rumah sakit untuk memantau kondisi kesehatan warga yang terdampak.
“Dinas Kesehatan sudah datang langsung ke rumah sakit untuk memastikan bagaimana kondisi warga sampai dengan hari ini,” ungkapnya.
Menurut Arbert, langkah tersebut dilakukan guna memastikan seluruh warga yang mengalami gejala mendapatkan penanganan medis yang optimal, sekaligus memperoleh gambaran awal terkait kejadian tersebut.
Berdasarkan data sementara, sebanyak 16 warga dilaporkan mengalami gejala mual dan muntah usai mengonsumsi makanan MBG di Posyandu Harum Manis. Dari jumlah tersebut, empat orang sempat menjalani perawatan medis di rumah sakit.
Ketua Posyandu Harum Manis Isnaniyah menjelaskan, empat warga yang dirawat terdiri dari satu balita, satu anak berusia tujuh tahun, satu ibu menyusui, dan satu ibu hamil.
“Makanan yang dikonsumsi penerima manfaat saat itu berupa telur mata sapi asam manis, tumis sayur, tempe, dan buah melon,” jelas Isnaniyah.
Seiring perkembangan penanganan, hingga Jumat sore seluruh pasien yang sempat dirawat dilaporkan berangsur membaik dan kondisinya stabil.
Arbert menambahkan, Pemko Palangka Raya juga telah meminta Dinas Kesehatan untuk berkoordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta pihak dapur penyedia makanan, guna mengonfirmasi proses penyediaan dan distribusi makanan MBG.
“Koordinasi ini dilakukan untuk mengurangi risiko kejadian serupa ke depan, tanpa mengganggu pelaksanaan program MBG yang menyasar pelajar dan masyarakat rentan,” ujarnya.
Pemko Palangka Raya menegaskan tetap mendukung keberlanjutan program MBG, sembari menunggu hasil pemeriksaan resmi terkait dugaan keracunan tersebut. (ifa/ens)












