DPRD Kalimantan Tengah

Isra Mikaj sebagai Momentum Penguatan Iman dan Nilai Spiritual

66
×

Isra Mikaj sebagai Momentum Penguatan Iman dan Nilai Spiritual

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Tomy Irawan. Foto: Hardi Sarjito/Raka

PALANGKA RAYA – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Tomy Irawan mengajak, masyarakat menjadikan peringatan Isra Mikaj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah sebagai momentum, untuk memperkuat keimanan, ketakwaan, serta nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Tomy, Isra Mikaj bukan sekadar peristiwa bersejarah dalam ajaran Islam, melainkan mengandung pesan moral dan spiritual yang relevan untuk terus diamalkan, khususnya dalam membentuk pribadi yang berakhlak dan bertanggungjawab dalam kehidupan bermasyarakat.

“Isra Mikaj menjadi pengingat bagi kita semua, akan pentingnya memperkuat iman dan takwa, terutama dalam menjaga kualitas ibadah serta akhlak di tengah kehidupan sosial,” ucapnya, Minggu (18/1/2026).

Ia menjelaskan, bahwa peristiwa Isra Mikaj juga memiliki makna penting sebagai landasan diwajibkannya salat lima waktu. Salat, menurutnya, tidak hanya sebagai kewajiban semata, tetapi juga berfungsi sebagai sarana membangun kedisiplinan, kejujuran, dan rasa tanggung jawab baik secara personal maupun sosial.

“Momentum Isra Mikaj ini hendaknya mendorong umat Muslim, untuk meningkatkan kualitas salat dan menjadikannya sebagai pedoman dalam bersikap dan bertindak,” ujarnya.

Selain itu, Tomy berharap, nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW dapat terus diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Penguatan nilai spiritual dan kebersamaan sangat penting, dalam mendukung terciptanya kehidupan yang harmonis serta pembangunan daerah yang berkeadilan,” ungkapnya.

Menurutnya, peringatan Isra Mikaj tahun ini juga dapat mempererat tali persaudaraan, menumbuhkan semangat kebersamaan antarumat beragama, dan menjadi energi positif, dalam membangun Kalimantan Tengah yang religius dan harmonis.

“Peringatan Isra Mikaj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah diharapkan menjadi ruang refleksi bagi umat Islam, untuk terus meningkatkan kualitas diri sekaligus berkontribusi positif, bagi lingkungan dan pembangunan daerah,” tandasnya. (rdi/abe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *