DPRD Kalimantan Tengah

Sinergisitas Langkah Awal Rehabilitasi DAS di Kalteng

340
×

Sinergisitas Langkah Awal Rehabilitasi DAS di Kalteng

Sebarkan artikel ini
Siti Nafsiah

PALANGKA RAYA – Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Tengah, Siti Nafsiah menegaskan, pentingnya kerja sama erat antara pemerintah daerah, perusahaan besar, dan masyarakat dalam upaya rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) di provinsi tersebut. Ia mendorong, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng untuk meningkatkan partisipasi sektor swasta dalam gerakan ini.

“Pertama, kita mendorong langkah-langkah yang dilakukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk mendorong partisipasi perusahaan-perusahaan besar swasta dalam kemitraan dengan masyarakat lokal,” ucapnya, Selasa (16/12/2025).

Menurutnya, kemitraan yang dibangun harus memberikan manfaat bagi semua pihak, terutama masyarakat sekitar. Nafsiah menegaskan, bahwa investasi yang sehat adalah investasi yang tidak hanya menyejahterakan warga tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan. Arah kebijakan Komisi II, sejalan dengan kebutuhan memastikan keberlanjutan sumber daya alam di Kalteng.

Sebagai tindak lanjut konkret, DPRD Kalteng juga sedang menyiapkan surat resmi terkait persoalan rehabilitasi DAS, terutama untuk perusahaan tambang yang dinilai memiliki tanggung jawab besar dalam pemulihan lingkungan.

“Kami juga bikin surat berkenaan dengan ini, terkait pertambangan. Ini sudah mau kami panggil beberapa perusahaan terkait rehab DAS di beberapa wilayah,” jelasnya.

Nafsiah menambahkan, Kalteng memiliki dua DAS besar yang membutuhkan perhatian khusus dari seluruh pemangku kepentingan, yaitu DAS Barito dan DAS Kahayan. Kedua DAS ini memiliki peran penting, dalam kehidupan masyarakat dan ekosistem provinsi.

Selain itu, Komisi II juga ingin memperoleh data lengkap mengenai perusahaan yang telah menjalankan rehabilitasi, yang belum, serta hambatan yang menyebabkan kewajiban tersebut belum terealisasi.

“Ini belum ditekan ketua, tapi saya sudah minta agar BPDAS Barito dan Kahayan bisa diundang untuk dimintai data itu,” tandasnya. (rdi/rdo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *