Daniel Susanto, dari Asisten Apoteker Jadi Pendeta
Lahir di Jakarta pada 2 Desember 1977, Pendeta Daniel Susanto STh membawa jejak karier yang beragam. Dari dunia farmasi hingga pelayanan rohani, dengan sulap sebagai alat unik menyampaikan pesan injil. Dengan dengan sang istri, Pendeta Yenny Dwi Ratnawati STh, pasangan ini bekerja sama memberitakan kabar gembira kepada sesama.
HARDI SARJITO, Palangka Raya
MASA muda Pdt Daniel Susanto dihabiskan di bidang farmasi. Pada tahun 1993-1996, ia menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan Farmasi (sebelumnya Sekolah Asisten Apoteker) di bawah naungan BPK Penabur Jakarta.
Dari pelajaran praktik kimia, ia menemukan hal yang menarik. Yaitu senyawa garam tio sulfat dan vitamin C dapat menghilangkan warna larutan yodium dalam betadin – yang kemudian diubahnya menjadi alat peraga sulap. Saat itu, ia juga aktif sebagai guru sekolah minggu di GPIB Kharisma Jalan Cendrawasih Jakarta Selatan.
Setelah lulus, Daniel bekerja sebagai asisten apoteker di RS Husada, Jalan Mangga Besar, Jakarta Pusat, pada 1998-2000.
Namun panggilan pelayanan rohani semakin kuat, sehingga ia melanjutkan pendidikan ke Sekolah Tinggi Teologi Satya Bhakti Malang – menyelesaikan program D3 pada 2003 dan S1 Teologi Program Studi Kepemimpinan Pastoral pada 2005.
“Mulai tahun 2005-2011, saya melayani sebagai pendeta di GSJA CWS Gedung Kenaga Jakarta Pusat. Kemudian, sejak 2011 hingga sekarang, saya menjadi pendeta di Sinode Gereja Pelayanan Penyembahan Karismatik (GPPK) – pertama di GPPK Charismatic City Church Jakarta (2011-2018) sebelum hijrah ke Kalimantan Tengah pada 2018,” ucapnya saat dihubungi via WhatsApp, Sabtu (6/12/2025).
Dia menambahkan, di Kalteng, dirinya membantu pelayanan di GPPK Kharis Palangka Raya yang digembalakan oleh Pdt T Handoyo, teman sekelasnya di Malang. Tahun 2019, ia menjadi jurnalis di Tabengan di desk ekonomi, kuliner, dan rohani. Selain itu dirinya juga menjadi tenaga honorer penyuluh agama Kristen.
Pada 2023, ia diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Perjanjian Kerja (PPPK) Kementerian Agama Kabupaten Barito Timur, menjabat sebagai Ahli Pertama Penyuluh Agama Kristen di Bimas Kristen Barito Timur.
Saat ini, ia juga tengah menempuh Program Pasca Sarjana (MTh) di Sekolah Tinggi Teologi Permata Bangsa Barito, Barito Timur.
Selama masa jabatan 2020-2023, Daniel juga menjabat Sekretaris Umum Wilayah 1 GPPK yang meliputi Sumatera dan Kalimantan, serta menjadi salah satu pengurus PILIH Kota Palangka Raya tahun 2021-2025.
Selain itu, sulap yang ia pelajari, secara kebetulan kini menjadi bagian penting dalam pelayanannya, yang ia sebut Gospel Magic Edutainment atau Inspiration Magic. Untuk trik sulap yang digunakan banyak. Tapi karena untuk dipertunjukkan jadi stage magic (sulap panggung).
Ayah dua orang putra ini menambahkan, kalau secara aliran sulap yang dimaikan itu bebas saja, karena gospel magic biasanya gunakan semua trik. Asalkan bisa dipakai untuk ilustrasi penyampaian khotbah atau renungan, yang memotivasi dan menginspirasi.
“Sulap yang saya gunakan itu, sebagai alat peraga dalam menyampaikan pesan atau ilustrasi, terutama kepada anak-anak,” ungkapnya. (rdi/ens)












