DPRD Kalimantan Tengah

Ratusan Siswa di Seruyan Keracunan MBG, Dewan Tunggu Verifikasi

37
×

Ratusan Siswa di Seruyan Keracunan MBG, Dewan Tunggu Verifikasi

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua II DPRD Kalteng, Muhammad Ansyari. BUDHI SEPRATAMA PUTRA//RADAR KALTENG

‎PALANGKA RAYA – Kalangan DPRD Kalteng meminta seluruh pihak jangan terlalu buru-buru menyimpulkan terjadinya dugaan keracunan massal yang dialami ratusan penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Seruyan.

 “Verifikasi dan investigasi  menjadi langkah utama agar informasi yang beredar benar-benar berdasarkan fakta di lapangan,” kata Wakil Ketua II DPRD Kalteng, Muhammad Ansyari Senin (3/8).

Ia mengatakan hingga kini dirinya masih berupaya memperoleh kepastian terkait informasi tersebut. Yang terpenting saat ini adalah memastikan dulu kebenaran informasi tersebut. “Karena sampai sekarang saya masih mencoba menghubungi untuk mengonfirmasi informasinya dan memang belum terkonfirmasi.

Menurutnya, kehati-hatian diperlukan agar tidak muncul kesimpulan yang keliru sebelum hasil pemeriksaan resmi diumumkan. Ia mengingatkan bahwa kasus yang melibatkan kesehatan masyarakat harus ditangani berdasarkan data yang dapat dipertanggungjawabkan, sehingga tidak memunculkan keresahan maupun disinformasi di tengah masyarakat.

‎

‎Ansyari menegaskan, apabila dugaan tersebut nantinya terbukti benar, penyebabnya tetap harus dipastikan melalui proses investigasi. “Artinya, kita harus memvalidasi dulu informasi ini agar tidak terjadi kesalahan informasi atau disinformasi. Namun, jika memang fakta di lapangan demikian, maka kita mendukung langkah BGN untuk melakukan evaluasi terhadap dapur-dapur yang melakukan kesalahan. Perlu dipastikan juga apakah memang ada unsur kelalaian atau faktor lainnya,” katanya.

‎Ia menjelaskan, Badan Gizi Nasional telah memiliki mekanisme penanganan ketika muncul dugaan masalah dalam pelaksanaan MBG. “Kalaupun memang benar ada kasus ini, apalagi jumlahnya tidak hanya terjadi di satu sekolah, tentu harus dilihat terlebih dahulu. Dari sisi bahan baku makanan, Badan Gizi Nasional sebenarnya sudah memiliki langkah penanganan. Biasanya dapur penyedia makanan akan langsung disuspend terlebih dahulu, kemudian dilakukan investigasi untuk memastikan penyebabnya,” ucap Ansyari.

‎DPRD Kalteng berharap proses pemeriksaan dapat dilakukan secara terbuka dan menyeluruh sehingga penyebab kejadian segera diketahui. Hasil investigasi tersebut diharapkan menjadi dasar pengambilan langkah berikutnya, sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Kalteng.(sep/*)

‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *