Palangka Raya

Kenaikan BBM Non-Subsidi, Masyarakat Diminta Bijak Gunakan BBM

91
×

Kenaikan BBM Non-Subsidi, Masyarakat Diminta Bijak Gunakan BBM

Sebarkan artikel ini
Wakil Wali (Wawali) Kota Palangka Raya, Achmad Zaini.

PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota Palangka Raya menilai kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi yang diberlakukan PT Pertamina (Persero) merupakan bagian dari dinamika global yang juga dirasakan banyak negara.

Wakil Wali (Wawali) Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, mengatakan penyesuaian harga BBM merupakan kewenangan pemerintah pusat yang telah melalui berbagai pertimbangan.

“Kenaikan harga BBM merupakan fenomena global dan tidak hanya terjadi di Indonesia. Yang perlu disyukuri adalah ketersediaan BBM masih terjaga,” kata Achmad Zaini, Rabu (10/6/26).

Ia mengakui kenaikan harga BBM non-subsidi turut berdampak terhadap operasional pemerintah daerah. Salah satunya pada sektor persampahan yang membutuhkan biaya lebih besar akibat meningkatnya harga bahan bakar.

“Kami juga merasakan dampaknya. Misalnya untuk operasional persampahan, biaya yang harus dikeluarkan pemerintah daerah menjadi lebih besar karena harga BBM naik,” ujarnya.

Meski demikian, Zaini mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan menggunakan BBM sesuai kebutuhan. Ia memastikan stok BBM di wilayah Palangka Raya masih tersedia dan mencukupi.

“Karena itu, kami mengimbau masyarakat menggunakan BBM secara bijak dan sesuai kebutuhan. Tidak perlu panik, karena stok BBM tersedia,” katanya.

Terkait potensi peralihan pengguna BBM dari Pertamax ke Pertalite akibat selisih harga yang semakin lebar, Zaini mengatakan pemerintah daerah akan terlebih dahulu memantau kondisi di lapangan sebelum mengambil langkah lebih lanjut.

“Nanti akan kami komunikasikan dengan Pertamina. Kami akan melihat perkembangan di lapangan terlebih dahulu,” ucapnya.

Menurutnya, pemerintah daerah tidak ingin terjadi kelangkaan maupun antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) akibat meningkatnya konsumsi Pertalite.

“Harapannya jangan sampai terjadi kelangkaan atau antrean panjang. Jika memang ada peningkatan kebutuhan Pertalite, kami akan berkoordinasi apakah kuotanya perlu ditambah,” tuturnya.

Ia kembali mengingatkan masyarakat agar menggunakan BBM secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan.

Sebagaimana diketahui, PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga BBM non-subsidi mulai 10 Juni 2026. Harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter, sedangkan Pertamax Green 95 (RON 95) naik dari Rp 12.900 menjadi Rp 17.000 per liter.

Berikut Daftar Harga BBM Pertamina Mulai 10 Juni:

  1. Pertamax (RON 92) Rp 16.250 per liter
  2. Pertamax Green 95 (RON 95) Rp 17.000 per liter
  3. Pertamax Turbo Rp 20.750 per liter
  4. Dexlite Rp 23.000 per liter
  5. Pertamina Dex Rp 24.800 liter
  6. Solar Subsidi Rp 6.800 per liter
  7. Pertalite(RON 90) Rp 10.000 per liter. (ifa/)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *