Kotawaringin Timur

Asap Karhutla Ganggu Jarak Pandang di Sungai

11
×

Asap Karhutla Ganggu Jarak Pandang di Sungai

Sebarkan artikel ini
WAWANCARA : Hotman Siagian bersama jajaran diwawancarai awak media saat pelepasannya sebagai Kepala KSOP Kelas III Sampit, Selasa (20/10/2026). APRI/RADAR KALTENG

KSOP Sampit Terus Koordinasi BMKG untuk Keselamatan Pelayaran

SAMPIT – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menurunkan jarak pandang di Sungai Mentaya menjadi perhatian serius Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit. Kondisi tersebut mendorong penguatan koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta penyampaian imbauan keselamatan kepada seluruh pengguna jasa pelabuhan.

Hotman Siagian yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala KSOP Kelas III Sampit mengatakan, penurunan jarak pandang selama beberapa bulan terakhir turut menjadi perhatian dalam pengawasan lalu lintas kapal di wilayah perairan wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Menurut Hotman, selama kurang lebih tiga bulan terakhir, pihaknya secara konsisten mengeluarkan surat pemberitahuan dan imbauan kepada seluruh pemangku kepentingan atau stakeholder, termasuk pengguna jasa pelabuhan, agar meningkatkan kewaspadaan ketika berlayar dalam kondisi jarak pandang terbatas.

“Kami selalu membuat surat pemberitahuan, dalam hal ini imbauan kepada seluruh stakeholder terkait dan pengguna jasa. Kami juga terus berkoordinasi dengan BMKG selama 24 jam untuk mendapatkan informasi terkini mengenai kondisi cuaca dan jarak pandang,” katanya, Selasa (20/10/2026) lalu.

Ia menjelaskan, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan para pengguna jasa pelayaran memperoleh informasi yang diperlukan dalam mengambil keputusan selama aktivitas pelayaran. Koordinasi juga dilakukan dengan jajaran KSOP Sampit, termasuk Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan, dan Patroli (KBPP), Capt. Candra Novel Sinaga, yang saat ini bertugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala KSOP Kelas III Sampit.

Hotman menegaskan, upaya menjaga keselamatan pelayaran tidak hanya mengacu pada pemantauan kondisi di lapangan, tapi juga mengikuti arahan dan imbauan pimpinan, termasuk Direktur Jenderal Perhubungan Laut.

Sinergisitas antarpihak terus diperkuat agar setiap perkembangan kondisi perairan dapat direspons cepat dan tepat. “Kami berkoordinasi dan berkolaborasi dengan baik bersama seluruh pihak terkait di Kotim. Keselamatan pelayaran tetap menjadi perhatian utama,” tegasnya.

Di tengah kondisi jarak pandang yang sempat menurun, Hotman memastikan pelayanan kapal penumpang dari Pelabuhan Sampit menuju Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, tetap berjalan. (pri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *