KSOP Sampit Terus Koordinasi BMKG untuk Keselamatan Pelayaran
SAMPIT – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menurunkan jarak pandang di Sungai Mentaya menjadi perhatian serius Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit. Kondisi tersebut mendorong penguatan koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta penyampaian imbauan keselamatan kepada seluruh pengguna jasa pelabuhan.
Hotman Siagian yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala KSOP Kelas III Sampit mengatakan, penurunan jarak pandang selama beberapa bulan terakhir turut menjadi perhatian dalam pengawasan lalu lintas kapal di wilayah perairan wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Menurut Hotman, selama kurang lebih tiga bulan terakhir, pihaknya secara konsisten mengeluarkan surat pemberitahuan dan imbauan kepada seluruh pemangku kepentingan atau stakeholder, termasuk pengguna jasa pelabuhan, agar meningkatkan kewaspadaan ketika berlayar dalam kondisi jarak pandang terbatas.
“Kami selalu membuat surat pemberitahuan, dalam hal ini imbauan kepada seluruh stakeholder terkait dan pengguna jasa. Kami juga terus berkoordinasi dengan BMKG selama 24 jam untuk mendapatkan informasi terkini mengenai kondisi cuaca dan jarak pandang,” katanya, Selasa (20/10/2026) lalu.
Ia menjelaskan, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan para pengguna jasa pelayaran memperoleh informasi yang diperlukan dalam mengambil keputusan selama aktivitas pelayaran. Koordinasi juga dilakukan dengan jajaran KSOP Sampit, termasuk Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan, dan Patroli (KBPP), Capt. Candra Novel Sinaga, yang saat ini bertugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala KSOP Kelas III Sampit.
Hotman menegaskan, upaya menjaga keselamatan pelayaran tidak hanya mengacu pada pemantauan kondisi di lapangan, tapi juga mengikuti arahan dan imbauan pimpinan, termasuk Direktur Jenderal Perhubungan Laut.
Karena itu, sinergisitas antarpihak terus diperkuat agar setiap perkembangan kondisi perairan dapat direspons dengan cepat dan tepat. “Kami segera berkoordinasi dan berkolaborasi dengan baik bersama seluruh pihak terkait di Kabupaten Kotawaringin Timur. Keselamatan pelayaran tetap menjadi perhatian utama,” tegasnya.
Di tengah kondisi jarak pandang yang sempat menurun, Hotman memastikan pelayanan kapal penumpang dari Pelabuhan Sampit menuju Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, tetap berjalan.
Menurut dia, pelayanan kepelabuhanan tetap berlangsung dengan dukungan petugas yang menjalankan tugas selama 24 jam. Bahkan keberangkatan kapal pada malam hari juga tetap mendapatkan pelayanan.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa aktivitas pelayaran harus tetap memperhatikan kondisi cuaca dan jarak pandang. Para nakhoda maupun operator kapal diminta tidak mengabaikan peringatan yang disampaikan petugas serta informasi prakiraan cuaca dari BMKG.
“Kapal penumpang sampai saat ini tetap berjalan dan berfungsi dengan baik, khususnya untuk rute Sampit menuju Semarang maupun Surabaya. Namun kami selalu mengingatkan agar seluruh pihak tetap waspada dan penuh kehati-hatian. Terutama ketika jarak pandang berkurang,” ungkapnya.
Hotman juga menekankan pentingnya memantau informasi cuaca terkini sebelum dan selama pelayaran. Informasi tersebut menjadi salah satu pertimbangan penting bagi awak kapal dalam mengantisipasi potensi gangguan keselamatan akibat kondisi perairan yang kurang mendukung.
Dengan koordinasi intensif bersama BMKG serta penyampaian imbauan secara berkelanjutan, KSOP berharap aktivitas pelayaran di perairan Sampit tetap berlangsung dengan memperhatikan aspek keselamatan, khususnya selama kabut asap karhutla masih berpotensi mengganggu jarak pandang. (pri)












