KUALA KAPUAS – Bunda Literasi Kabupaten Kapuas, Hj. Siti Saniah Wiyatno membuka Gebyar Gerakan Literasi PAUD Bersinar Tahun 2026 di Aula Pemda Kabupaten Kapuas, beberapa hari lalu.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk menanamkan budaya literasi sejak usia dini melalui aktivitas yang kreatif, menyenangkan, dan bermakna bagi anak-anak, bertempat
Dalam kegiatan tersebut, Hj. Siti Saniah Wiyatno didampingi Ketua II Bidang Pendidikan dan Peningkatan Ekonomi Keluarga, Silvya Veronita Usis I. Sangkai, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpustaka) Kabupaten Kapuas, Aswan serta berbagai satuan PAUD se-Kabupaten Kapuas.
Dalam sambutannya, Hj. Siti Saniah Wiyatno menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kapuas, IGTKI-PGRI, Tim Penggerak PKK Kabupaten Kapuas, serta seluruh pihak yang telah mendukung dan berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Menurutnya, penguatan literasi pada anak usia dini merupakan bagian penting dalam membangun fondasi pendidikan yang berkualitas. Oleh karena itu, kegiatan literasi perlu dikemas dengan cara yang menarik agar anak-anak dapat mengenal buku, mengembangkan imajinasi, serta menumbuhkan rasa ingin tahu dan kecintaan terhadap kegiatan membaca sejak dini.
“Melalui kegiatan Gebyar Gerakan Literasi PAUD Bersinar Tahun 2026 ini, kita ingin membuktikan bahwa kegiatan literasi dapat dikemas secara kreatif, menyenangkan, dan bermakna bagi anak-anak,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini dan penguatan literasi bukan hanya menjadi tanggung jawab satuan pendidikan, melainkan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, mitra, dunia usaha, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan generasi yang cerdas, kreatif, berkarakter, dan berdaya saing.
Hj. Siti Saniah Wiyatno juga mengajak seluruh pihak untuk terus menanamkan budaya literasi melalui berbagai kegiatan positif yang sesuai dengan tahap perkembangan anak. Pembiasaan tersebut diharapkan tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga dan masyarakat.
“Saya berharap Gebyar Gerakan Literasi PAUD Bersinar menjadi gerakan berkelanjutan yang diterapkan setiap hari di rumah, di satuan pendidikan, di perpustakaan, dan di seluruh lingkungan masyarakat Kabupaten Kapuas,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi kemajuan pendidikan anak usia dini sekaligus meningkatkan budaya literasi di Kabupaten Kapuas. Dengan dukungan semua pihak, gerakan literasi diharapkan mampu menjadi salah satu fondasi dalam membentuk generasi penerus yang memiliki pengetahuan luas, kreativitas, serta karakter yang baik. (alx/hms)












