KUALA KAPUAS – Untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Kapuas paling tidak diperlukan sekitar 347 titik sumur bor. Dengan menyesuaikan disesuaikan ketersediaan anggaran, kondisi geografis, kedalaman sumber air, dan tenaga pelaksana.
Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Usis I Sangkai saat menerima kunjungan kerja anggota DPD RI daerah pemilihan Kalteng Agustin Teras Narang di Posko Induk Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kabupaten Kapuas, Senin (19/10).
Kunjungan mantan Gubernur Kalteng ini disambut Wakil Bupati Kapuas, Dodo berserta Sekda Kapuas Usis I Sangkai sejumlah kepala organisasi perangkat daerah dan dina instansi terkait. Kunjungan tersebut membahas upaya penanganan karhutla, termasuk rencana pengadaan sumur bor sebagai sumber air untuk mendukung pemadaman kebakaran di wilayah rawan.
Wakil Bupati Kapuas, Dodo, menyampaikan apresiasi atas arahan dan masukan yang diberikan, terutama terkait pentingnya efisiensi anggaran serta ketepatan lokasi pembangunan sumur bor agar dapat berfungsi secara optimal.
“Dengan arahan yang sangat bermanfaat, khususnya terkait rencana pengadaan beberapa titik sumber air melalui sumur bor. Kita berharap titik-titik yang dibangun benar-benar melalui kajian dan telaah yang rinci serta mendalam, sehingga dapat berfungsi secara optimal,” ujar Wabup.
Sekda Kabupaten Kapuas Usis menambahkan untuk membangun sumur bor dengan jumlah titik yang cukup besar diperlukan perencanaan yang matang dan tepat.
“Kita harus menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran yang ada di kabupaten. Kebutuhan sumur bor cukup banyak, tetapi biaya pembangunannya juga besar dan kondisi setiap lokasi berbeda. Karena itu, diperlukan perencanaan yang tepat agar sarana yang dibangun benar-benar memberikan manfaat bagi penanganan karhutla,” jelasnya.
Sekda juga berharap adanya dukungan pemerintah pusat, khususnya untuk penanganan karhutla di wilayah rawan seperti Kecamatan Mantangai, Timpah, dan Pasak Talawang.
Dalam kesempatan tersebut, Agustin Teras Narang mengapresiasi upaya Pemerintah Kabupaten Kapuas dalam merencanakan pembangunan sumur bor. Ia menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh jumlah titik yang dibangun, tetapi juga ketepatan lokasi dan manfaatnya bagi pemadaman kebakaran, terutama di kawasan gambut.
“Yang kita kejar bukan sekadar jumlah titiknya, tetapi apakah titik tersebut benar-benar berada di wilayah yang membutuhkan sumber air untuk penanganan kebakaran. Karena itu, pemetaan dan penentuan lokasi harus menjadi perhatian agar sarana yang dibangun tepat sasaran dan dapat dimanfaatkan secara optimal,” ungkapnya.
Kunjungan Kerja anggota DPD RI ini dilanjutkan ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kapuas untuk membahas pelayanan publik yang lebih baik untuk Masyarakat.
Melalui kunjungan ini, diharapkan sinergi pemerintah daerah dan pemerintah pusat semakin kuat dalam mempercepat penanganan karhutla, meningkatkan kesiapsiagaan, serta melindungi masyarakat dan lingkungan di Kabupaten Kapuas. (alx/hms)












