PALANGKA RAYA – Relawan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Keterbatasan peralatan dan alat pelindung diri (APD). Hal ini menjadi salah satu keluhan utama relawan karhutla di Kalimantan Tengah (Kalteng).
Anggota DPRD Kalteng Okki Maulana meminta persoalan tersebut perlu mendapat perhatian semua terutama baik pemerintah provinsi maupun kabuoaten/kota agar relawan dapat menjalankan tugas di lapangan dengan peralatan yang memadai.
Selain itu, kata Okki berdasarkan komunikasi dengan para relawan, persoalan yang mereka hadapi tidak hanya berkaitan dengan honorarium, tetapi juga kebutuhan mendasar untuk menunjang keselamatan dan efektivitas saat bertugas.
“Dari komunikasi kami dengan rekan-rekan relawan, persoalan bukan semata-mata soal honor. Ada kebutuhan mendasar yang paling utama, yakni keterbatasan alat pemadam kebakaran dan juga APD,” ujarnya, Kamis (15/10).
Menurut Okki, peralatan yang digunakan relawan telah bekerja keras selama beberapa bulan terakhir untuk menangani karhutla. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena peralatan yang aus berpotensi menghambat penanganan kebakaran di lapangan.
“Prinsipnya sederhana, jangan sampai kawan-kawan dalam melaksanakan tugasnya terbatas dengan peralatan yang sudah aus karena berjibaku dengan karhutla selama beberapa bulan ini,” tegasnya.
Ia menilai, dukungan terhadap relawan harus dilihat secara menyeluruh. Selain memperhatikan kesejahteraan, ketersediaan peralatan pemadam dan APD yang layak juga menjadi kebutuhan penting untuk mendukung keselamatan mereka ketika menghadapi kebakaran.
Ia menegaskan kebutuhan peralatan yang layak perlu menjadi bagian dari evaluasi penanganan karhutla, sehingga relawan tidak hanya dituntut bekerja di lapangan, tetapi juga mendapat dukungan sesuai risiko yang dihadapi.
Dengan dukungan peralatan yang memadai, upaya penanganan karhutla diharapkan dapat berjalan lebih optimal sekaligus memberikan perlindungan yang lebih baik bagi para relawan yang berada di garis depan penanggulangan kebakaran.(sep/*)












