DPRD Kalimantan Tengah

‎Puskesmas Tangkiling Usulkan Rp9 Miliar untuk Rawat Inap

24
×

‎Puskesmas Tangkiling Usulkan Rp9 Miliar untuk Rawat Inap

Sebarkan artikel ini
Juru bicara tim reses Daerah Pemilihan (Dapil) I DPRD Kalteng, Agie. BUDHI SEPRATAMA PUTRA//RADAR KALTENG

‎‎PALANGKA RAYA – DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) menyoroti kebutuhan anggaran Rp9 miliar untuk rehabilitasi bangunan dan pembangunan ruang rawat inap UPTD Puskesmas Tangkiling.

Juru bica tim reses Daerah Pemilihan (Dapil) I DPRD Kalteng , Agie menilai fasilitas tersebut mendesak karena puskesmas melayani puluhan pasien setiap hari, termasuk pasien gawat darurat dan rujukan dari luar kota, tetapi belum memiliki ruang perawatan inap.

‎Agie menyampaikan aspirasi tersebut saat membacakan laporan hasil reses dalam Rapat Paripurna DPRD Kalteng,  beberapa hari lalu. Menurutnya, keterbatasan fasilitas rawat inap perlu menjadi perhatian agar pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah Tangkiling dapat berjalan lebih optimal.

‎“Puskesmas Tangkiling melayani sekitar 40-50 pasien per hari, memiliki layanan UGD 24 jam, dan menerima rujukan dari luar kota tetapi belum memiliki ruang rawat inap,” ujarnya.

‎‎Kondisi tersebut membuat pengembangan fasilitas menjadi kebutuhan penting, terutama untuk menunjang pelayanan pasien yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Selain pembangunan ruang rawat inap, Puskesmas Tangkiling juga mengusulkan pengadaan ambulans baru dan perluasan ruang pengelolaan obat.

‎‎Kebutuhan tenaga kesehatan turut menjadi bagian dari aspirasi yang disampaikan kepada DPRD. Puskesmas tersebut memerlukan tambahan tenaga kesehatan lingkungan dan dokter, serta pemenuhan standar tenaga yang mencakup 14 tenaga kesehatan, satu fisioterapis medis, dan satu psikolog terapis.

‎‎Agie mengatakan, pemenuhan sarana dan tenaga medis harus berjalan beriringan agar peningkatan layanan tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik. Dukungan terhadap kesejahteraan tenaga kesehatan juga perlu diperhatikan, terutama menyangkut tunjangan tambahan penghasilan (TPP).

‎‎“Tenaga kesehatan juga meminta agar TPP yang saat ini disebut dibayarkan 63 persen agar tidak diturunkan,  bila memungkinkan ditingkatkan, serta agar dampak efisiensi anggaran terhadap TPP ke-13 mendapat perhatian,” katanya.

‎‎DPRD Kalteng diharapkan dapat mengawal berbagai usulan tersebut melalui pembahasan bersama pemerintah daerah dan perangkat daerah terkait. Dengan begitu, kebutuhan mendesak di Puskesmas Tangkiling dapat dipertimbangkan sesuai prioritas anggaran, sehingga akses dan mutu pelayanan kesehatan masyarakat semakin baik.(sep/*)

‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *