FeaturePalangka Raya

Program Wali Kota, Luncurkan 2 Bus Oksigen Keliling

43
×

Program Wali Kota, Luncurkan 2 Bus Oksigen Keliling

Sebarkan artikel ini
OKSIGEN KELILING : Salah satu warga memanfaatkan bus oksigen keliling yang disiapkan Pemerintah Kota Palangka Raya di Jalan Temanggung Tilung induk Nomor 59, Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya, Jumat (16/10/2026). IFA/RADAR KALTENG

Upaya Pemko Palangka Raya Mendekatkan Pelayanan Kesehatan

Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya meluncurkan 2 (dua) bus oksigen keliling untuk mempermudah masyarakat mendapatkan layanan kesehatan di tengah dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

LANGKAH jemput bola ini menjadi salah satu upaya pemerintah memperluas akses pelayanan oksigen, seiring masih tingginya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di wilayah tersebut.

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya mencatat 7.298 kasus ISPA sepanjang 2026. Seluruh 11 puskesmas di kota ini pernah melaporkan kasus tersebut, meskipun jumlah kasus yang ditemukan di setiap wilayah berbeda-beda.

Layanan bus oksigen keliling yang diluncurkan di Puskesmas Menteng, Jumat (16/10/2026), merupakan inisiatif Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin.

Program gratis hasil kolaborasi Dinas Kesehatan dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palangka Raya ini diharapkan membantu warga yang membutuhkan oksigen agar lebih mudah memperoleh pelayanan tanpa harus selalu mendatangi fasilitas kesehatan.

Kepala Dinkes Kota Palangka Raya Riduan mengatakan, bus oksigen keliling merupakan pengembangan dari program rumah oksigen yang telah berjalan sebelumnya.

Kehadiran armada tersebut bukan untuk menggantikan layanan yang sudah ada, tapi memperluas jangkauan pelayanan agar semakin dekat dengan masyarakat. “Ini bukan menggantikan program rumah oksigen yang sudah ada. Dalam rangka pemerataan pelayanan, kami menyiapkan strategi lain dengan mendatangi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Pada hari pertama operasional, bus oksigen ditempatkan di Puskesmas Menteng. Selanjutnya, lokasi pelayanan akan disesuaikan kebutuhan di lapangan. Termasuk wilayah yang mengalami paparan asap cukup tebal.

Pemko Palangka Raya menyiapkan dua bus yang masing-masing dilengkapi tujuh tabung oksigen. Dengan fasilitas tersebut, setiap bus dapat melayani hingga tujuh orang dalam waktu bersamaan.

Pelayanan juga didukung tenaga kesehatan yang bertugas memeriksa kondisi warga. Termasuk mengukur saturasi oksigen dalam darah menggunakan alat oksimetri. Hasil pemeriksaan menjadi salah satu pertimbangan petugas menentukan kebutuhan pemberian oksigen dan penanganan lebih lanjut. “Kalau di bawah 90, berarti memerlukan penanganan dengan pemberian oksigen lebih lanjut,” jelas Riduan.

Ia menegaskan, layanan bus oksigen keliling dapat dimanfaatkan secara gratis seluruh warga Kota Palangka Raya. Karena itu, masyarakat diharapkan mengetahui keberadaan program tersebut melalui sosialisasi pemerintah dan media massa.

Sementara Kepala Dishub Palangka Raya Hadi Suwandoyo mengatakan, pihaknya mendukung program tersebut dengan menyediakan armada bus serta pengemudi untuk menunjang operasional pelayanan.

Bus yang digunakan merupakan armada bus tapid transit (BRT) milik Dishub yang dialihfungsikan mendukung pelayanan kesehatan masyarakat. “Ini merupakan program bapak wali kota dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, terutama yang terkena ISPA. Kami berkolaborasi untuk menghadirkan layanan jemput bola agar masyarakat yang membutuhkan oksigen bisa terlayani secara gratis,” katanya.

Hadi menyebutkan, bus tersebut memiliki fasilitas pendukung, seperti tempat duduk dan pendingin ruangan. Untuk tahap awal, Dishub menyiapkan dua bus. Jumlah armada berpeluang ditambah menjadi tiga unit apabila kebutuhan pelayanan di lapangan meningkat.

Penentuan lokasi operasional berikutnya akan dikoordinasikan bersama Dinkes berdasarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat.

Kemudahan layanan tersebut turut dirasakan Budi, salah seorang penerima manfaat bus oksigen keliling. Ia menilai, program ini sangat membantu karena masyarakat memiliki akses yang lebih mudah untuk mendapatkan pelayanan oksigen.

“Menurut saya, layanan bus oksigen keliling ini sangat mempermudah masyarakat. Kami bisa lebih mudah mengakses layanan oksigen tanpa harus kesulitan mencari tempat pelayanan. Apalagi dalam kondisi kabut asap seperti sekarang, layanan ini sangat membantu warga yang membutuhkan,” ujar Budi.

Berdasarkan data Dinkes Palangka Raya, kasus ISPA terbanyak tercatat di Puskesmas Bukit Hindu dengan 1.142 kasus. Berikutnya, Puskesmas Menteng 1.089 kasus dan Puskesmas Pahandut 1.066 kasus.

Puskesmas Kayon melaporkan 983 kasus, Jekan Raya 842 kasus, Kereng Bangkirai 603 kasus, Panarung 600 kasus, Marina Permai 452 kasus, Kalampangan 450 kasus, dan Rakumpit 71 kasus. Sementara Puskesmas Tangkiling tercatat belum melaporkan kasus ISPA dalam data tersebut.

Tingginya jumlah kasus yang tercatat di sejumlah wilayah menjadi salah satu gambaran pentingnya akses pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau masyarakat.

Kehadiran bus oksigen keliling diharapkan dapat menjadi alternatif layanan bagi warga yang membutuhkan bantuan. Terutama ketika kualitas udara memburuk akibat kabut asap karhutla.

Melalui penempatan armada berdasarkan kebutuhan di lapangan, Pemko Palangka Raya berharap layanan tersebut dapat menjangkau lebih banyak warga sekaligus memperkuat upaya penanganan dampak kesehatan akibat kabut asap. (ifa/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *