Palangka Raya

Kabut Asap Bikin Sesak, Ojol Terbantu Bus Oksigen Keliling

41
×

Kabut Asap Bikin Sesak, Ojol Terbantu Bus Oksigen Keliling

Sebarkan artikel ini
LAYANAN OKSIGEN: Pengemudi ojek online memanfaatkan layanan bus oksigen keliling gratis dari Pemko Palangka Raya di pangkalan Jalan C. Bangas, Sabtu (17/10/2026), sebagai upaya membantu masyarakat di tengah kabut asap akibat karhutla. IST/RADAR KALTENG

Pemko Dekatkan Layanan Kesehatan Kepada Masyarakat

PALANGKA RAYA – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat yang harus bekerja di luar ruangan. Salah satunya Julaika (58), pengemudi ojek online (ojol) yang mengaku mengalami sesak napas, tenggorokan terasa pedas, hingga mata panas saat beraktivitas di Kota Palangka Raya.

“Sesak, tenggorokan terasa pedas, mata juga terasa panas,” ungkap perempuan yang akrab disapa Ibu Bella itu, Sabtu (17/10/2026).

Ia mengaku mulai merasakan gangguan pernapasan ketika kabut asap semakin pekat. Bahkan, saat langit terlihat kekuningan akibat asap, tubuhnya terasa panas hingga mengalami sesak napas.

Kondisi tersebut membuatnya sempat mendatangi layanan oksigen di kawasan Bundaran Besar untuk membantu meredakan keluhannya. Ia juga mengaku memiliki riwayat penyakit asma sehingga kondisi udara buruk menjadi perhatian tersendiri.

Kehadiran bus oksigen keliling gratis yang menjangkau pangkalan ojol di Jalan C. Bangas pun dirasakan membantu. Ibu Bella mengetahui layanan tersebut dari sesama pengemudi yang biasa mangkal di lokasi itu.

Menurutnya, layanan yang mendekat ke tempat mereka bekerja memudahkan pengemudi ojol memperoleh akses oksigen tanpa harus meninggalkan pangkalan terlalu jauh.

“Enakan, terasa segar. Tidak panas di badan,” katanya setelah memanfaatkan layanan tersebut.

Ia berharap titik pelayanan oksigen diperbanyak agar masyarakat yang mengalami keluhan pernapasan dapat lebih mudah menjangkaunya.

“Kalau mau ke rumah sakit, kan banyak yang harus diurus dulu. Jadi, kami sangat terbantu dengan adanya layanan ini,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan, menjelaskan bahwa mobil oksigen keliling merupakan salah satu program Wali Kota Fairid Naparin selama penanganan karhutla. Layanan itu dioperasikan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, terutama di lokasi yang membutuhkan akses oksigen.

Saat ini, mobil tersebut melayani para pengemudi ojol sebagai salah satu kelompok pekerja yang beraktivitas di luar ruangan.

“Mobil oksigen saat ini melayani driver-driver ojol. Ke depan harapannya mobil oksigen ini dapat melayani lebih banyak masyarakat yang memerlukan pelayanan oksigen,” jelas Riduan.

Menurutnya, penempatan mobil oksigen akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan. Apabila kabut asap menebal di wilayah Kalampangan, Jalan Soekarno, Jalan G Obos, maupun Tangkiling, mobil tersebut dapat ditempatkan di kawasan yang membutuhkan pelayanan. Dengan pola itu, lokasi pelayanan dapat berpindah mengikuti kebutuhan masyarakat.

Riduan menyebutkan, mobil oksigen keliling beroperasi mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Meski layanan tersebut memberikan akses oksigen bagi masyarakat, warga yang mengalami sesak napas berat atau keluhan yang tidak membaik tetap perlu mendapatkan pemeriksaan medis.

Bagi pekerja luar ruangan seperti Ibu Bella, keberadaan layanan keliling diharapkan dapat mempermudah akses bantuan sekaligus mendukung upaya perlindungan kesehatan di tengah kabut asap. (ter)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *