KUALA KAPUAS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas bergerak cepat memagari kekayaan hayati daerah dari ancaman kepunahan melalui Pelestarian Varietas Tanaman Lokal yang ada di Kabupaten Kapuas.
Upaya pelestarian Varietas Tanaman Lokal diawali dengan Forum Koordinasi Lintas Sektor Pengelolaan Sumber Daya Genetik (SDG) sekaligus Pelatihan Perangkat Daerah Kabupaten Kapuas tahun 2026 di Aula Bapperida dibuka oleh Wakil Bupati Kapuas, Dodo.
Langkah perlindungan ini dinilai makin mendesak guna mengantisipasi dampak perubahan lingkungan, alih fungsi lahan, serta ancaman perubahan iklim yang kian nyata di wilayah Kabupaten Kapuas.
Dalam arahannya, Wabup Dodo menyoroti besarnya potensi kekayaan flora lokal yang dimiliki Kapuas. Menurutnya, varietas tanaman asli daerah tidak hanya menjadi aset keanekaragaman hayati, tetapi juga benteng ketahanan pangan masa depan yang wajib dijaga kelestariannya.
“Agenda strategis ini difokuskan pada penguatan sinergi pelestarian keanekaragaman varietas tanaman lokal,” kata Dodo beberapa hari lalu.
Menurutnya kegiatan ini cukup baus karena diikuti para camat, kepala bidang instansi terkait, hingga seluruh koordinator penyuluh pertanian se-Kabupaten Kapuas.
Dirinya juga berharap para perangkat daerah dan penyuluh lapangan mampu memetakan, mendokumentasikan, serta merumuskan langkah konkret dalam mengonservasi plasma nutfah lokal agar tetap lestari dan terlindungi secara hukum maupun ekologis.
Sementara itu dalam pertemuan tersebut dihadiri jajaran lintas instansi dan praktisi keahlian, dan dengan narasumber, perwakilan BRMP Biogen Bogor, Ketut Gede Mudiarta, serta Kepala Bapperida Kabupaten Kapuas, Ahmad M. Saribi.(Alx)












